Minggu, Agustus 28, 2011

WhiteHole Kebalikannya Blackhole

whitehole
Terinspirasi dari ngeliat sidang Tugas Akhir salah satu senior di Jurusan Fisika ITS, dia ngebahas tentang neutrino, dan juga mengulas tentang adanya Whitehole..

Hmm ternyata di alam semesta nggak cuman ada Blackhole aja yang bisa nyedot seluruh material disekitarnya dan nggak ngijinin material itu buat keluar. tapi juga ada Whitehole yang justru kebalikan dari blackhole, dia justru nggak mengijinkan satu atom material pun masuk kedalamnya...

mau tau lebih lanjut..?? check it dot..

Lubang putih adalah lubang yang berlawanan dari lubang hitam, lebih tepatnya, sebuah lubang hitam yang berjalan mundur dalam waktu. Konsep lubang putih datang karena Schwarzschild geometri yang memungkinkan lubang hitam negatif square root serta positif square root solusi.

Negatif square root solusi berkaitan dengan suatu lubang putih. Lengkapnya, maka geometri terdiri dari lubang hitam, lubang putih, dan dua universes terhubung pada mereka horizons oleh lubang cacing. Seperti sebuah lubang hitam irretrievably swallows segala sesuatu yang jatuh ke dalamnya, lubang putih spits hanya masalah energi dan keluar.

Namun, karena lubang putih tampak melanggar hukum termodinamika kedua tampaknya tidak mungkin bahwa mereka ada di alam. Ada beberapa spekulasi bahwa awal quasars mungkin lubang putih, namun ini telah diskontinou.`

lubang putih


Berdasarkan pada fisika modern, Einstein sebagai penggagas teori relativitas umum mempostulatkan bahwa gravitasi merupakan akibat dari perubahan arah/pelengkungan ruang dan waktu. Oleh karena itu gravitasi merupakan aspek yang tidak terpisahkan dari ruang dan waktu.

Einstein membuat gagasan yang benar-benar revolusioner dengan pernyataannya bahwa gaya gravitasi tidaklah bersifat seperti gaya-gaya yang lain. Suatu massa tidak menciptakan sebuah medan gaya di sekitarnya yang akan menyebabkan percepatan massa yang lain, namun massa akan mengubah struktur ruang dan waktu di sekitarnya.


model whitehole

Oleh karena itu jika dalam teori Newton kita akan mengatakan bahwa bumi selalu ditarik oleh matahari karena gaya gravitasinya. Namun dalam teori relativitas umum kita akan mengatakan bahwa matahari telah mempengaruhi struktur ruang dan waktu di sekitarnya sehingga bumi bergerak bebas melintasi sebuah garis geodesik dalam lingkungan ruang dan waktu.

Cahaya/foton sebagaimana halnya benda material lainnya tentunya akan bergerak mengikuti lengkungan ruang dan waktu ini sehingga pada benda yang sangat besar dan berat akan terjadi perbelokan cahaya.

terowongan whitehole vs blackhole
Menurut teori relativitas umum, struktur ruang dan waktu ditentukan oleh distribusi massa dan secaraprinsip dapat diperoleh dari serangkaian persamaan diferensial teori relativitas umum. Pada penerapan persamaan diferensial ini kita akan menemukan suatu titik yang mengalami singularitas dimana radius ruang dan waktu (R) cenderung menjadi nol sehingga kurva ruang dan waktunya (1/R) menjadi tidak terhingga.

Kamis, Agustus 25, 2011

Mbolang Tengah Malam= Pantai (again) dan Rumah HANTU DArmo

sebuah perjalanan yang unpredictable n jadi unforgetable..

certinya, baru pulang dari penutupan sidang RUHMJT fisika 2011, n bertepatan sama ultah Patar, sia anak Medan.. tepat tengah malem, ngadain birthday party buat dia, hehe walaupun tiup lilinnya cuman pake martabak manis yang atasnya dikasih lilin.. :D:D kata Patar, martabaknya rasa lilin (wkwkwkwaaaka) sori tar..

and the journey began.. dimulai dengan traktiran makan di McD, dengan porsi yg dipesenin berlebih, Mami 9friska==u're so cool, ngehabisin McD supr big dalam waktu 17 menit... gila,, dasar cacingan.. and ada ifti, henny, virda, onIk, Kris dan Yudha..

nah, habis makan, ada rencana gila nih dari Patar.. nantangin buat masuk ke rumah hantu Di Perumahan elit Darmo.. kenapa rumah hantu? konon katanya.. rumah gedongan itu dulu kerampokan, dan seluruh penghuninya dikubur dalam rumah itu,, eh taunya si pembantu ngaku masih ngeladenin si juragan lengkap sekeluarga buat sarapan, nah lho, sapa tuh??

pas jam setengah tiga pagi kita nyampek darmo, n guys,,, rumah itubener2 SEREM. bagus sih rumahnya gedhe, n masih utuh secara bangunan, padahal katanya kejadiannya awal tahun 2000an.. cuman genteng n atap2 nya yang ilang,, tapi kalo dilihat arsitekturnya juga baus, dan hawaaanya itulho yang nggak nguatin, dingin serem, padahal belum masuk..

ini rumah hantunya,,,, hiiiii


si Yudha yng tadinya siap masuk, eh malah nggak maw, dasar!! padahal aq wes penasaran ae pengen masuk satu rombongan, tapi yaaa kayaknya temen2 masih mertimbangin resiko kalo kesurupan dll.. akhire g jd deh,,,, tapi kapan2 boleh nih, penasaran......

trus,, nanggung nih maw pulang, akhirnya kami mututsin untuk hunting sunrise di kenpark kenjeran... awalanya sih geje, masak iya di kenjeran... tapi apa salahnya, toh masih susbuh gini, pasti g parah2 amat bau amisnya yang khas bgt kalo d ken park...

dan usai solat subuh ,, kita sampai di kenjeran park... masih gelap sih, kan matahari baru terbit sektar setengah enam an,, jadi nya so sweet karna masih bisa menikmati pemandanganlangit pagi yangbanyak bintangnya.. kan di laut, jadi lebih luas mandangnya, ditambah masih ada bulan.... hmmmm walau mata rasanya ngantuuuuk bgt,, tapi yaaa semua itu terbayar dengan pemandangan yang kapan lagi bisa ngalamin...

think where I am


mau liat fotonya... ??
^_^

krna blom ada cahaya jadinya y siluet,,,, heheh
check this out guys...

aku, friska, frida, onik

n ini..
nelayan mulai balik ke daratan
rasanya kayak nggak di kenjeran aja,, heheh, lautnya, anginnya, maatahari nya,,, perahunya,, semua like I've never seen before,,,

patar, onik, ifti, yudha, ima

mumpung view nya bgus, apalagi kalo nggak mengabadikan moment....

narsis kris n yudha, sok sokan pengen foto kaya laskar pelangiii :p
dan over all.. ini semua tentang sebuah arti persahabatan, emm bukan lebih dari persahabatan, tapi keluarga, ketika kita berada jauh dari keluarga, dalam perjalanan kita menggapai mimpi,,  siapa yang kita tuju, pasti adalah teman.. mungkin sekarang kita belum bisa menghayati arti ini, tapi nanti kwan,,

yudha, henny, patar, kris, friska,ima, ifti, firda, onik

saat waktu itu tibam kau kita akan tersenyum bersama mengingat momen indah ini,.. :D

jump !!
TERIMAKASIH UNTUK PATAR YANG SELALU MEMBERI PENGALAMAN2 YANG BAHKAN BELUM TERPIKIR (OLEH Q DAN TEMAN2 YNG LAIN)

SPECIAL FOR U HAPPY BIRTHDAY!!

Jumat, Juli 15, 2011

Mubes IV, Mulai Amandemen KDKM ITS

Keluarga mahasiswa ITS baru saja menorehkan sejarah baru. Akhir Juni lalu, tepatnya (26-30/6) forum tertinggi dalam KM ITS baru saja dihelat. Apalagi kalau bukan Musyawarah Besar (Mubes) IV. Bagaimana forum yang mempertemukan seluruh elemen KM ITS ini berlangsung? Apa yang dihasilkan perhelatan  yang menghabiskan dana 50 juta rupiah ini? Sudahkan membawa suara seluruh KM ITS? Berikut hasil liputan khusus ITS Online tentang Mubes IV KM ITS.

Vila Nusantara agaknya menjadi saksi bisu perjalanan sejarah baru KM ITS. Penginapan yang terletak  pegunungan Tretes Mojokerto itu menjadi saksi berkumpulnya seluruh elemen KM ITS guna menjawab dinamisasi kampus perjuangan ini.

Betapa tidak, pergolakan tuntutan adanya amandemen KDKM ITS, yang merupakan hasil Mubes III tahun 2001 lalu, sudah mulai tercuat tahun 2004. Dan kini setelah sepuluh tahun hasil Mubes III  itu dilakasanakan, wajar jika perubahan jaman pun ikut menuntut adanya perubahan KDKM ITS yang bakal terealisasi lewat Mubes IV ini.

Tak kurang sebanyak 150 peserta, baik dari peserta penuh dan peserta peninjau menghadirkan perwakilan HMJ, BEM Fakultas, LMF, DOP, BEM ITS, LM, dan MKM. Dan hadir juga sebagai peserta undangan perwakilan masing-masing LMB dan TPK.

Bak sidang para wakil rakyat di Senayan, Mubes IV pun diformat layaknya sidang paripurna. Musyawarah tersebut dipimpin oleh tiga pimpinan sidang, yang terdiri dari pimpinan sidang pertama, kedua dan ketiga. Bertidak sebagai pimpinan sidang pertama terpilih mahasiswa Teknik Kelautan Muhammad Yunan Fahmi. Yang secara struktural KM ITS menjabat sebagai Menteri Perekonomian BEM ITS.

Sidang diawali dengan sidang pleno dan kemudian dibagi menjadi dua komisi. “Dalam Mubes lalu, Sidang dibagi menjadi dua komisi. Yakni komisi yang membahas KDKM, dan komisi yang menbahas HDPSDM (Haluan Dasar Pengembangan Sumber Daya Manusia),” tutur Ketua Pelaksana Mubes IV, Mashuri.

Masing-masing Komisi tersebut membahas draft Mubes IV yang telah disusun oleh tim Ad Hock berdasarakan jaring aspirasi KM ITS beberapa waktu lalu. Dan tim Ad Hock sendiri pun turut terbagi melebur dalam masing-masing komisi. Setelah masing-masing komisi tersebut selesai membahas semua pasal, barulah sidang dilanjutkan dengan sidang pleno.

Bukan mudah nyatanya menyatukan pendapat banyak kepala untuk mencapai kata sepakat dalam Mubes IV.  Diskusi yang ada selalu sarat dengan perdebatan sebelum menemukan titik temu yang bisa diterima oleh segenap peserta yang hadir. Disampaikan Mashuri, dua malam terakhir musyawarah berlangsung dari pagi hingga pagi lagi. “Dari jam delapan pagi sampai pukul lima pagi,” terangnya.

Senada dengan Mashuri, Koordinator tim Ad Hock Mubes IV, Juan Pandu pun mengamini hal tersebut. Menurutnya, keseriusan dan pengorbanan para peserta Mubes IV patut untuk diberi apresiasi. Meskipun tidak jarang dikusi yang alot pun kerap terjadi. “Karena hasil Mubes IV ini yang nantinya menentukan masa depan KM ITS, makanya kami  berusaha sangat hati-hati,” tuturnya.

KDKM Mulai Diamandemen

Lima hari bukan waktu yang lama guna bisa menghasilkan KDKM ITS yang baru. Juan mengatakan dari Sidang Pleno yang dilakukan usai Sidang Komisi, baru Komisi yang membahas KDKM yang sempat dibahas, itupun baru separuh. Dari sekitar enam puluhan pasal yang ada dalam draft Mubes IV, yang terangkat dalam sidang Pleno baru 30 pasal. “Itu saja sudah lama sekali bahas satu per satu pasalnya,” komentar Juan.


Diantara 30 pasal tersebut, beberapa kesepakatan telah menghasilkan keputusan sementara. Pertama yakni tetap berlangsungnya BEM Fakultas, yang sebelum Mubes IV diselenggarakan sempat diisukan untuk dibubarkan. Kesepakatannya pun memuat tentang pembagian ranah BEM Fakultas yang bergerak dibidang Sosial Masyarakat.


Selain BEM Fakultas, pembagian ranah juga berlaku untuk BEM ITS dan HMJ. BEM ITS melaksanakan ranah kerja seputaran Sosial Politik, sedang HMJ melaksanakan ranah kerja bidang keprofesian. “Pembagian ranah diberlakukan ini agar tidak ada tumpang tindih ranah kerja,” timpal Juan.

Juan kemudian melanjutkan, dengan adanya kesepaktan ranah tersebut, kelak, HMJ tidak boleh secara membentuk departemen yang secara khusus menangani masalah Sospol maupun Sosmas yang menjadi ranah kerja BEM ITS dan BEM Fakultas. “Tapi HMJ sifatnya lebih koordinasi, dan badan eksekutif tersebut berhak memberi instruksi jika misalnya mereka membutuhkan massa dari HMJ,” jelas mahasiswa Fisika ini.

Kesepakatan lain yang juga dihasilkan dalam forum tertinggi KM ITS tersebut adalah perubahan nama Legislatif Mahasiswa (LM) menjadi Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Jika dulu lembaga legislative hanya terpusat di Institut, maka DPM terbagi menjadi dua, yaitu DPM Institut dan DPM Fakultas, yang memiliki fungsi legislasi, aspirasi, dan kontroling.

Salah satu alasan dibentukanya DPM Fakultas adalah untuk mempermudah alur komunikasi. Tak hanya d internal KM ITS saja, melainkan ke luar KM ITS.  “Sebagai forum tertinggi DPM Fakultas, dibentuk juga Musyawarah Tahunan Fakultas (MFT) sebagai forum pertanggung jawaban,” tambah Juan.

Satu demi satu persoalan di KM ITS dibahas bersama. Pasal demi pasal dikupas sampai menjadi jelas dan membuahkan kemufakatan. Persoalan DOP pun termasuk dalam draft Mubes IV yang sudah terbahas dan terselesaikan. dalam forum tersebut telah diputuskan, bahwa DOP masih menjadi bagian dari KM ITS selama belum ada keputusan resmi dari institut terkait isu lepasnya politeknik ITS dari kampus ITS ini.

Persoalan Tim Pembina Kerohanian (TPK) yang direkomendasikan Mubes III dimasukkan dalam KM ITS pun tak luput dari pembahasan. Juan menyebutkan, TPK sudah selesai dibahas dan menghasilkan keputusan sementara. Setelah dilakukan diskusi yang cukup alot disepakati bahwa TPK, dari tiga TPk yaitu TPK Islam (JMMI), TPK Kristen, TPK Katolik, tidak dimasukkan dalam organigram KM ITS.

Hal ini dikarenakan TPK sendiri mempunyai sistem yang juga berhubungan dengan dosen dan mata kuliah. “Namun, aka nada perundang-undangan yang nantinya mengatur mekanisme hubungannya dengan KM ITS,” terang Juan. Ia menyebutkan seperti persoalan perijinan, penempelan poster dan beberapan peraturan procedural lainnya.

Mubes IV Dipending

Sekali lagi, lima hari bukan waktu yang cukup untuk merombak suatu konstitusi dasar. Masih banyak yang belum include terbahas tuntas di Mubes IV akhir juni lalu. Seperti persoalan peraturan yang mengatur MKM, LMB, LSM, penghapusan batas ormawa dan non ormawa dalam organigram KM ITS, serta juga grand desain tim Ad Hock tentang pembentukan MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa).


“MPM itu  nanti yang menjadi penghubung antara BEM ITS dan LMB, yang fungsinya sebagai forum pertanggung jawaban,” terang Juan. Ad Hock ini menambahkan, seperti halnya Kongres selama ini, jika sebelumnya hanya dilakukan pertanggung jawaban dari BEM ITS, maka lewat MPM nanti LMB pun akan mempertanggung jawabkan kepengurusannya selama setahun pada KM ITS. “Tapi ini belum ada kesepakatan,” tambahnya.


Bagaimana pun, keadaan tidak bisa memaksa lima hari tersebut mampu menuntaskan Mubes IV. Komisi KDKM yang baru setengah dibahas, serta Komisi HDPSDM yang bahkan belum sempat dirapatkan Pleno, maka diputuskan Mubes IV ditunda hingga awal September mendatang.

“Banyak eserta yang terbentuk masalah akademik, seperti Kerja Praktek,” kata Juan. Oleh karena itu, mau tidak mau Mubes IV harus dihentikan sejenak. Juan berharap, selama rentan waktu sampai Mubes IV kembali dibuka, BEM ITS sebagai penyelenggara mengadakan semacam forum nonformal guna membahas Mubes IV lebih lanjut.

“Serta, dengan adanya penundaan Mubes IV, diharapkan nanti akan lebih banyak perhatian untuk Mubes IV,” katanya serius. Namun ia juga berpesan agar KM ITS idak terlalu terlena dengan Mubes IV dan mengabaikan permasalahan yang harus dihadapi menyambut mahasiswa baru maupun regenerasi organisasi mereka. (fz)

Kamis, Mei 05, 2011

Gini Nih Kalo Fisikawan Jadi Pujangga

iseng2 searching nemu artikel unik nih...
bakal gini nih kalo fisikawan mmendadak jadi romantis melankolis dan puitis.. cek it dot

Sesungguhnya tak ada satu pun pengukuran di dunia ini yang memberikan memberikan hasil yang benar-benar pasti dan mutlak kecuali satu yakni pengukuran cintaku padamu (Werner Heisenberg).

Jika mereka berkata memahami keadaan kuantum suatu partikel saja terlalu sulit, bagaimana denganku yang mencoba memahami keadaan kuantum cintamu? (Erwin Schrodinger).

Jika gaya tarik antara dua partikel berbeda muatan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak di antara keduanya, maka kuperkirakan gaya tarik antara kita berbanding terbalik dengan tak kurang dari pangkat delapan jarak antara keduanya (Charles Augustine de Coulomb).

Setelah kupahami sifat-sifat radiasi elektromagnetik, hanya tersisa satu misteri bagiku ; bagaimana caraku memahami sifat-sifat radiasi cintamu? (James Clerk Maxwell).

Meski kau adalah lubang hitam raksasa dengan horizon tak berhingga, niscaya aku tetap rela terhisap dan melebur di dalamnya (Stephen Hawking).

Inilah yang kupikirkan saat membuat teleskop terbaikku: dapatkah aku meneropong isi hatimu dengan ini kelak? (Galileo).

Satu jam tanpamu bagaikan satu tahun, tapi satu tahun bersamamu bagaikan hanya satu jam, itulah relativitas. (Albert Einstein)

Apakah inersia itu? inersia adalah suatu keadaan ketika mataku bertemu dengan tatapanmu sehingga aku hanya bisa terus berada dalam keadaan itu. (Sir Isaac Newton)

Gombal abiiis....:D:D

Rabu, April 27, 2011

nothing is impossible..!!

emang bener kawand g ada yg g mungkin kalo kita mau berusaha.
sedikit cerita pengalaman saya di kantor ITS Online. saya memang suka menggambar, tapi ya begitulah, hanya sekedar gambar ndak jelas.

lalu beberapa waktu lalu ditawarin untuk ngisi kolom kartun website www.its.ac.id . waduh, gimana y mau nolak dulu pernah menawarkan diri pengen nyoba, tapi mau nrima juga gimana nggak ada bakat dan pengalaman..

tapi, akhirnya saya memutuskan, kenapa nggak dicoba saja..

 edisi Dies Natalis ITS 50 th

lalu, belum juga di coba dapet tawaran dari majalh BEM MiPa untuk ngisi juga di kolom karikatur perdana majalah D' Faculty.. yaa,, just try...


nyoba bikin komik juga


ya memang belum expert, tapi saya memang tipe orang yang suka memberi penghargaan bagi diri saya sendiri, dan juga sebaliknya. walaupun sekecil apapun, insyaallah berimpact serta sebagai motivasi untuk berkarya lebih...





^_^




 ini juga....


dan saat aq menggambar yang aq bayangkan adalah komikus pengarang  Aoyama Gosho, oran itu kereeen...


so, semangat!! 
gali potensimu dan wujudkan karya2 terbaikmu!!

Selasa, April 26, 2011

Retorika Kesombongan Idealisme Mahasiswa

Antara miris, kecewa, bangga, dan shock. Pengalaman lima hari mengikuti LKMM TM IV FMIPA mengantarkan jawaban tentang pertanyaan-pertanyaan yang selama ini ada di pikiranku. Tentang peran fungsi mahasiswa dan anekdot PFM itu sendiri.


Aku pernah diceramahi tentang pergerakan mahasiswa oleh seorang tokoh di desaku. Begini katanya, “Yo ngunu mahasiswa, senengane ndemo pemerintah. Tapi deloken mene lak yo podho ae,” begitu celetukkan pria yang sekiranya seumuran ayahku itu.

Dalam LKMM TM IV kemarin, salah satu tokoh pergerakan FMIPA, Pak Agus Ma’sum didaulat datang membawakan materi mentalitas ideal mahasiswa ITS. Dia adalah pelopor pergerakan di FMIPA dan ITS, ketua Senat FMIPA, dan SM ITS. Dia adalah sosok yang getol menyuarakan perubahan bangsa. Apalagi saat dijamannya adalah jaman penuntutan reformasi dengan mengkudeta Presidea Soeharto.

Jujur saya sangat salut dengan system pemikiran beliau yang tak hanya menjadi mahasiswa akademis tapi juga rela menyibukkan diri dengan aktivitas-aktivitas untuk kepentingan bangsa. Itak hanya urusan yang tinggi-tinggi. Tapi ia juga rela berdemo hanya karena jalan di kawasan kapetih rusak berat. Atau juga rela membela rakyat di gusur karena pembangunan Mall Galaxy Sukolilo.

Perjuangan-perjuangan yang sepertinya kecil, tapi justru itu yang sangat berarti bagi masyarakat riil yang ada di sekitarnya. Ternacam drop out karena mendemo rektorat, dia juga menyebut Pak Suasmoro kok bisa sekarang jadi Pembantu Rektor bagian Kemahasiswaan…

Intinya, dia adalah seorang pejuang, ketika masih mahasiswa.

Namun cerita pun berlanjut. Usai lulus dan menyandang gelar sarjana, ia sempat ikut bergabung dengan salah satu partai politik. Tapi tak lama, ia memutuskan untu hengkang dan lepas dari dunia perpolitikan. “Politik itu busuk,” begitu cercanya. Ia lalu mengalihkan aktivitasnya dengan menjadi entrepreneur, hingga jadi sukses seperti sekarang.

Satu pertanyaan yang menohok saya utarakan. Tentang anekdot yang sempat mampir di telinga saya. Bahwa berarti begitu lah mahasiswa, yang hanya saat mahasiswa aja getol menyuarakan kritik pada pemerintah, menyuarakan jeritan rakyat jelata. Namun saat sudah lepas dari statusnya, ya sudah. Seperti anekdot, hanya menjalankan PFMnya saja. Begitu sudah cukup.

Lalu bagaimana kalau memang semua mahasiswa pun berpikiran seperti demikian. Ketika orang-orang berpemikiran cerda, dam kritis tetapi tidak beupaya dan berambissi menduduki kursi-kursi pemerintahan dengan alasan klasisk politik itu kotor atau bahkan busuk. Lalu siapa yang akan menjalankan roda pemmritahan?

Kerena jika agen-agen perubahan saja menyerah dengan kondisi. Maka tampuk kepemimpinan akan terus terisi oleh orang-orang oportunis yang hanya berbuat demi kepentingannya masing-masing.

Saya hanya kecwa, karena tokokh kebangaan pergerakan FMIPA pun melakukan hal serupa. Lalu apa arti teriakan perjuangan perubahan, dan semuanya itu? Hanya retrorika belaka kah? Melucut kebencian pada hakekat mahasiswa yang sok idealis dengan status mahasiswanya sendiri.

Senin, April 18, 2011

Ekspedisi ARJUNO: Si Gagah Sang Maha Sempurna

Yeee!! Akhirnya kesampean juga naik gunung. Setelah penantian panjang yang menjengkelakan.. :D:D

Yup, rencana naik gunung emang udah jadi grand desain liburan semester ganjil kemarin. Iya dong, karena targetnya, sebelum aku genap usia kepala dua alias 20 tahun, paling nggak udak pernah ngerasain yang namanya muncak gunung. Dan karena liburan kemaren banyyaaak banget alasan yang mengurungkan keberangkatan –rencananya ke Semeru-, akhirnya ya direlakan saja. Mungkin Allah belum ngijinin. Dan pasti ada gantinya yang seimbang dan bahkan jauh lebih baik.

Tadaaa,, dan tawaran itu datang dari seorang kawan dari sanggar Pramuka ITS yang juga teman seangkatanku untuk ikutan ekspedisi Arjuna. Tanpa pikir panjang, setuju aja, itung-itung menebus goal liburan kemarin.. :D


Bersama tim, berlima, aku, Henny, Ferdin, Abror, dan Yuga, kami berangkat persis Sabtu Subuh. Setelah sehari sebelumnya di Teknikal Meeting, temen2 pramuka memutuskan untuk start di rute Lawang. Jadi kami berangkat deh ke Malang.

08.00 WIB POS I Wonorejo
Kita mulai naik dari Pos Perijinan di Wonorejo. Disana kita langsung disambut dengan Kawasan Perkebunan Teh yang luasnya kurang lebih 1000 ha. Hijaunya itu lho yang bikin mata betah, dan nyaman memulai pendakian.


Di pos tersebut, kita udah bisa lihat puncak Arjuno yang gagah. Nggak bayangin deh, bisa n kuat nggak ya nyampek titik tertinggi itu.. Kan ini pendakian perdana..

Yaah, mendaki untuk pertama kali emang nggak mudah. Meski mata termanjakan dengan pemandangan yang seger, tapi fisik nggak mungkin bisa dibohongi. Jalanan kebun teh itu sudah mulai naik melandai. Seratus meter jalan rasanya nafas ini sudah tersengal, kaki tiba-tiba kram, tangan dan badan ngeluarin keringat dingin,, Aduh rasanya nggak banget deh nerusin perjalanan.


Alhasil kami sering istirahat diawal-awal pendakian.. untung ada barak istirahat milik petani kebun teh. Jadi kami istirahat disana. Hhe, bisa dipastikan, aku langsung tepar…. :D

Sekitar lima belas menit istirahat, cukp lah untuk jalan lagi. Sialnya, karena naik bareng bocah-bocah pramuka yang notabenenya sudah biasa naik gunung, aku dan Henny (yang numpang ikut rombongan) jadi bahan ejekan, atau lebih tepatnya jadi bahan tertawaan.. Mungkin dalam pikiran mereka “Cuman gini ae kok wes nggak kuat,” dan sialnya senyuman ngenyek itu pun tersungging, Sial..!! si Abror dan Yoga, Pasti!

Lain lagi sama si Ferdin, cewek tomboy satu ini kadang suka melarang kita istirahat –karena terlalu sering kali ya-. Yaaaa.. tapi akhirnya mereka ngerti juga. Aku akhirnya ditaruh di depan barisan di belakang Abror. Katanya sih biar nggak kerasa capek.





Tapi sepertinya Allah merestui langkah kami berlima, dan khususnya aku. Hujan turun!! Dan ajaib banget karena efek hujan adalah, jadi nggak kerasa panas dan dingin yang nyaman. Padahal udah males banget jalan sambil make rain coat.




Ya, perjalanan jadi nggak se-menyiksa tadi. Tapi asli jauh banget dari Pos I ke Pos II, aku sampek ngrengek nanyak mulu mana nih Pos II kok nggak keliatan-keliatan. Dan reseknya, temen2 cowok pada menipu kalo Pos II tinggal beberapa meter lagi di atas. Padahal kami sama-sama tau diantara kami berlima belum ada yang pernah naik Arjuna. Gila kan!!

Dan perlu tahu juga, kami naik tanpa bekal apapun. Di pos perijinan, seharusnya kami di kasih peta sekaligus jalur pendakian, tapi kami nggak dapet sama sekali. Dan kita juga nggak bawa kompas –yang kata mereka penting banget-. Hhhh… but over all that was a great hiking guys!!!

Setelah kurang lebih tiga jam setengah, akhirnya sampek juga di POS II,
Jangan Tanya gimana rasanya akhirnya sampek juga di tempa peristirahatan pertama itu. Rasanya seneeeeng bgt, setelah diongin berulang-ulang “Iku lho pos nya udah keliatan..,” hhhhh.. istirahat bisa lama-lama. Eh ternyata disana ketemu sama pendaki lain. Ada lima orang yang ternyata lagi jmasak di dalem pos. mereka dari Jakarta dan udah ndaki sejak Kamis. Dan belum muncak,, ngapain aja coba???



okey, disana puas-puas istirahat dan foto-foto, juga bereng pedaki lain. Rasanya bener kata novel 5cm yang aku baca sebelum naik gunung. Katanya kalau udah di gunung orang yang nggak kenal aja udah kayak sodara. Nggak pedulu sapa, kita seperjuangan. Satu tekad, untuk sampek ke puncak. Seneng rasanya bisa ngerasaiin itu, kaya nemu keluarga aja, langsung akrab, n saling care.


ima>> ngrengek2 pengen ndang nyampek atas, nangis g bisa turun gara2 jalannya licin takut jatoh
henny>> paling sering minta berhenti, sok kuat padahal udah pucet@ nahan capek
abror>> paling nyebelin karena paling sering ngejekin aq dan henny yng g kuat naik, memotivasi dgn cara2 yang nggak manusiawi
ferdin>> cewek tangguh yang bikin aq heran, aq n henyy sampek ngos2an naik, eh dia sama sekali g ngos2an apalagi kelihatan capek. dan nyebelinnya dia adalah orang yang paling g manusiawi karena g jarang nglarnag kita berhenti kalo udah keseringan :(
yuga>> yang paling sering "mbohongin" kita dgn bilang "itu lho posnya udah kelihatan, dikit lagi" hash, dan paling nyebelin dengan senyumannya yang sooooook banget, dia naik duluan yang tinggi supaya bisa liat aq n henny yng kecapekan dari atas terus ketawa ngakak. Resek kan!!

Di pos II semakin bullet aja semangat buat ndaki. Nggak peduli abis kelar jalan 2 jam, udah kepingin jalan lagi. Apalagi ngliat bukit linching yang puncaknya kelian dari pos II, ijooo bangt. Katanya puncak Arjuno baru bisa keliatan setelah melewati bukit itu. Ngomongnya bukit soalnya udah sama-samma di atas. Coba aja kalo masih di bawah nggak akan beda sama ngomong gunung. Yeah, aku ada di atas gunung!!

BUKIT TELETUBBIES
Perjalanan dari pos II rasanya jauh lebih ringan dari sebelumnya. Salah satu alasannya karena kita se tim udah saling faham, misalnya aq apek, berhenti bentar oke, nggak lama ganti henny yang capek, istirahat lagi, meski udah sesering pas diawal, bocah-bocah paling nggak ngasih pengrtian lebih. Kadang juga di hibur sambil becanda, atau bilang istirahat ke atasan dikit, tanahnya datar.. atau apalah.. yang jelas perjalanan jadi jauh lebih nyaman..


Selain itu, karena udah termasuk di tempat yang tinggi, pemandangannya jauh lebih mencengangkan. Berulang kali aku ngga beranjak naik untuk nggak puas nikmatin pemandangan yang ,,, WAAAAAh itu, ijo, tinggi, awan, kabut, ilalang, padang rumput… subhanallah..



 Mungkin ini yang sempet dikatain sama seseorang yang suka ndaki gunung juga, mendaki gunung itu perjalanan spiritual… ternyata bener. Disana, ditempat yang tinggi itu, tempat dimana aku bisa melihat semua yang aku lihat, yang membuatku merasa betapa kekuasaannya begitu besar, dan sebegini kecilnya aku.



Mungkin ini yang sempet dikatain sama seseorang yang suka ndaki gunung juga, mendaki gunung itu perjalanan spiritual… ternyata bener. Disana, ditempat yang tinggi itu, tempat dimana aku bisa melihat semua yang aku lihat, yang membuatku merasa betapa kekuasaannya begitu besar, dan sebegini kecilnya aku.

Di antara linching dan pos III itulah pemandangan yang indah-indahnya. ada padang rumput yang luas, kata abror itu sabana, tapi kata yoga dan ferdin itu stepa, but whatever saya namain itu bukit Teletubbies. Karena tempatnya yang ijooo banget, bersih dari ilalang dan rumput yang tingii. Dia rata dan sejuk. Aduuuh rasanya ingin meluk dan tidur disana…

Disana lah aku merasa kan dan menghayati satu pepatah, maksud hati memeluk gunung, tapi apa daya  tangan tak sampai.. hehe

Alhasil hanya bisa meneriakkan kekaguman disana. Aku mengajak teman2 yang lain untuk teriak alias njerit, tapi henny doank yang mau. Dan bahkan aku semapat meneriakkan VIVAT  disana… HAhaha… Ye…!!!



The value of the journey…
*merasakan rasanya nikamat naik motor dan nggak jalan
*merasakan betapa kita tidak ada apa-apanya dari pada kekuasaan Allah Manusia sama sekali tidak pantas untuk sekedar berjalan dengan mendongakkan kepalnya
*Sahabat sejati adalah yang mengerti dan memahami serta menerima dan melengkapi segala kekurangan kita
*Tidak ada kata aku tau kamu yang ada hanya kita
*berdiri ditengah-tengah kekuasaan Allah, membuat kita tersindir untuk terus bersyukur
*Banyak doa saat di Gunung
*Harus menjaga sikap, perkataan, dan cara tertawa,,,awaaas kualat
*Nggak boleh "bohong" d Gunung
*Njaga lingkungan,,,
*Di gunung melatih emosi
*Harus dapet ijin dari ortu ya kalau naik gunung,,jangan kaburr
*bawa kamera dengan baterei penuhh





Huaaah I WAS VerRY HappY to Got the Hiking moment
didn't care what anyone else talked about, I'm proud by my self and God helpness to take  me back with smiley face and mood,


"Gimana ma, rasane munggah gunung," tanya Yuga pas kita udah kembali ke pos satu
"Over all, aku kayaknya ketagihan...!!"

Selasa, Januari 25, 2011

IP Jelek, Gak Masalah.


Ini pertama kalinya sejak maba indeks Prestasi ku jauh dengan kata memuaskan. Bahkan harus dibawah tiga, standart yang aku patok selama kuliah. Aku tahu semester ini akan begini. Alasannya jelas, banyak mbolos, sering tidur di kelas, dan mbacem kalo bikin tugas. Tapi itu nggak akan jadi masalah, justru karena ini, aku merasakan jatuh, dan aku ingin bangun berdiri dan kemudian berlari.
Aku sadar, selama semester ini aku tidak fokus pada kuliah ku. Terlalu sibuk diluar, dan terlalu senang mencicipi dunia yang sudah lama aku idam-idamkan. Pikirku, mumpung ada kesempatan, kapan lagi? Itu salah satu prinsip yang aku pegang.
Mulai dari belajar robot sejak awal liburan, belajar social politik, belajar demo dan turun jalan membawa suara rakyat –mimpiku banget-, juga jurnalistik yang nggak pernah bosen aku geluti. Dan semuanya aku jalani semester ini.

menulis..

ikut lomba robot sampek ke Jogja..

belajar bikin robot..



Aku akui, aku pun merasa semester ini berat-beratnya….
Hampir setiap hari aku selalu masuk kamar kos diatas jam Sembilan malam, bahkan sesekali tidak pulang. Dan itu sama sekali karena kerepotan mengerjakan tugas kuliah atau kepentingan akademik sekalipun. Semua karena ambisi yang aku kejar dan aku nikmati tentunya.
ini satu juga yang membuatku ingin terjun lebih dalam..
....

ikut MUNAS di Jakarta BOLOS sampek seminggu , bahkan tanpa Ijin..

dan ikut aksi nasional




hampir setiap laporan resmi (LAPRES) aku selalu mbacem,, atau paling tidak ada saduran sana-sini. aKu sadar, dan aku paham.
Dan inilah aku, yang aku paham sekali. Ketika aku ingin sesuatu, aku harus mendapatkannya, tidak mau melewatkan satu kesempatan apapun, dan rela mengorbankan sesuatu yang mungkin aku bisa dapatkan nanti.
Lagi-lagi yang aku pahami, akademikku harus aku korbankan..

Cukup sulit sebenarnya, ketika di kelas nggak mudeng dan memilih untuk tidur saja. Sangat berbeda dengan semester-semester sebelumnya, yang aku sendiri berkomitmen walaupun nggak bisa tetep nggatekno ben ngerti.
Tapi, aku sama sekali tidak menyesal atau bahkan menyalahkan segala aktivitas yang aku geluti. Itu pilihanku dan inilah resiko yang harus aku ambil.dan sekali lagi aku tidak menyesal. Ini bukti kalau Allah masih memberiku nikmat sadar untuk merenung.
Karena pengalaman2 luar biasa yang aku dapatkan selama ini itu MAHAL.. 
 sejam bersama Rektor Baru.. (kapan lagiii)
sampai bertemu Pelukis terkenal Kartika Affandy (Putri mendiang maestro Affandy)

Ini bukan akhir bagiku untuk menyudahi segalanya. Hanya, yang belum sempat aku lakukan satu semester belakangan adalah fokus dan perhatian yang nggak bisa bercabang.
Paling tidak aku tahu kuncinya sekarang. Baanyak aktivitas bukan seharusnya mengorbankan satu diantaranya. Tapi mengoptimlakan diri sebaik-baiknya pada semua yang kita lakukan. Akademik, organisasi, dan mimpi…

 Hanya butuh tangan dan kaki yang beruaha keras dari biasanya, mata yang memandang lebih lama dari biasanya, dan hati yang merasaan lebih dalam dari sebelumnya.. dan doa yang lebih banyak dari biasanya...
 Sekali lagi, tulisan ini akan menjadi saksi kebangkitanku. IP jelek sekarang, nggak masalah. Karena dengan aku merasakan jatuh, maka aku punya keinginan untuk berdiri lagi dan kemudian berlari!

SEMANGAT!!



Jumat, Desember 31, 2010

Dia yang Golput …. ?


Terinspirasi oleh sebuah pengalaman menjadi anggota tim KPPS PilPres dan PilRek.
Hari masih pagi saat saya dan salah seorang teman saya duduk berjaga meja registrasi di Distrik Jurusan TPS Pilrek. Karena merasa kurang adanya antusiasme pemilih membubuhkan suaranya di surat suara, maka saya berinisiatif untuk menggiring dengan sedikit rayuan agar setiap mahasiswa mau masuk ke bilik suara.
Seorang teman seangkatan kebetulan lewat, dan dengan sigap saya menyapanya. Mencoba menawari agar mau memilih –PILREK-  “Ayo milih dulu, belom milih kan? Tinggal nulis nama kok,” kata saya ramah.
“Nggak ah, saya nggak mau ikut-ikutan beginian,” jawabnya ketus dan datar. Saya mengerutkan kening. Padahal saya mengenal teman saya satu ini aktif di angkatan dan di Lembaga Dakwah Jurusan.
“Mahasiswa nggak boleh Golput,” kata saya menimpali. Dia membalikkan badan, dan meninggalkan saya tak acuh. RRRrrgh!
Tak lama berselang, ada yang lewat lagi. Kali ini kakak senior dan seorang akhwat.
“Ayo Mbak monggo milik Carek dulu,” tawar saya lagi.
“Waduh saya ada kuliah,” katanya menolak halus.
“Hallah Mbak cuman tiga menit aja lho,” rajukku. Tapi dia masih bergeming. “Y awes habis kuliah ya,”
“Nggak janji ya,” katanya sambil lalu. Dan benar saja sampai kuliah Mbak akhwat tersebut selesai dan TPS tutp, Mbak tadi tak kunjung datang.
 Sekarang yang ada di benak saya adalah Kenapa mereka harus memilih Golput?
Ada beberapa asumsi, pertama mereka kecewa dengan kepengurusan yang lalu yang tak kunjung membrikan perubahan yang mereka inginkan. Kedua, mungkin pemilih golongan putih itu tak merasa buat apa saya milih toh ya nggak ada pengaruhnya sama saya. Ketiga, dari pada milh salah mendingan nggak usah. Atau keempat sebuah doktrin haramnya politik, termasuk politik kampus.
Sebagai yang bukan penganut paham golput, saya hanya heran kenapa si Golput ini bisa terjebak dalam alasan2 seperti diatas –dengan asumsi alasan seperti begitu- Padahal jika perkara mereka tidak percaya dengan calon yang bertarung bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Jawaban yang saya ingin ungkapkan adalah terlibatlah dalam perubahan yang ingin kamu bentuk. Kenali setiap calon, dan tentukan mana yang paling cocok dengan ideologi yang kamu pegang. Bukan sok-sok acuh tak mau tahu dan men-judge semua calon tidak berkualitas, lalu Golput.
Karena Golput adalah sebuah cara yang paling lemah yang bisa dilakukan seseorang. Saya pernah mendengar cerita, cerita religi. Jika kamu melihat orang berbuat salah, maka ingatkan dengan tindakan. Jika tidak mampu dengan lisan. Jika masih tidak mampu doakan saja agar dia cepat sadar.
Sama dengan kasus Golput yang ternyata juga menjangkit kalangan mahasiswa, ITS terutama. Di cerita di atas Golput adalah golongan yang terakhir.
Ketika kita merasa ada yang tidak beres dengan pemimpin kita, kita harus berani menggugat. Ketika kita merasa pemimpin kita sekarang sudah dirasa tiddak berkompeten dan tidak layak, maka kita harus menggantinya. Di saat kita di beri kesempatan untuk menentukan siapa The Next Pemimpin kita, Mengapa tidak kita manfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya.
Bukan hanya menuntut ketika Pemimpin melakukan kesalahan. Apa nggak malu, “Wes nggak milih, protes ae!!"

Rabu, Desember 29, 2010

Kau Harus Sembuh Ibu


Semuanya berubah. Suasana rumah, adik, ayah, kakak, semuanya berubah. Semuanya menjadi asing. Membuat, aku, mereka, dan kami beradaptasi dengan kondisimu. Ya, semuanya berubah. Sejak kau terbaring dan tak bisa bangun dari tidurmu sebulan lalu, Ibu.  Penyakit yang kini bersarang didirimu benar-benar membuat segalanya berubah.
Mungkin ini teguran keras dari yang Maha Hidup. Mengingatkan kami sekeluarga tentang arti kehadiran seorang ibu di tengah-tengah kami. Tepat sebulan yang lalu keluargaku dikagetkan oleh kondisi Ibu yang tiba-tiba tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Ada apa dengannya, kami pun tak tahu.


Sebuah perjalanan panjang membawa kami sampai di Mojosari, tempat Ibu dilarikan. Dari diagnose Dokter, akhirnya diketahui apa yang sebenarnya diderita Ibuku yang sangat aku dan semua keluargaku sayang itu.
Dari kecil, Ibuku memang sering sakit. Ada kelainan pada jantungnya. Klepnya bocor, begitu ibu biasa menjelaskan penyakitnya pada aku dan saudaraku. Kalau kambuh, aku bisa melihat dada ibuku bergetar hebat tak beraturan, nafasnya memburu dan berat.
Dalam setahun, penyakit Ibu bisa kambuh sampai dua kali. Ini membuat ibu ku tak pernah mempunyai tubuh yang bisa diilang gemuk. Berat badannya tak pernah lebih dari empat puluh kilogram, kurus.  
Berbeda dari sebelumnya, sekarang ibuku divonis mengalami penumbatan pembuluh darah di otak. Membuat organ tubuhnya sebelah kiri total tak bisa digerakkan. Atau yang lebih akrab di telinga penyakit ini biasa disebut stroke.
Ya, sudah sebulan ia hanya bisa berbaring, atau duduk sesekali. Tangan dan kakinya masih belum mengalami perubahan. Kami semua sedih itu pasti. Ayah, seorang yang aku yakin menjadi salah satu yang merasa terpukul. Semalam lagi-lagi aku melihatnya tak bisa tidur menunggui Ibu yang juga tak kunjung bisa memejamkan mata. Ia menemani Ibu dengan setia.
Kakakku, tak jarang menangis didepan ibu, terharu akan sakit yang diderita Ibu. Sedih melihat kondisi Ibu yang praktis tidak bisa apa-apa.
Aku pun begitu. Tapi entah kenapa aku tak pernah bisa  menangis atau mengaharu biru seperti ning (kakakku) ataupun ayah. Aku sedih, sangat sedih.  Aku yakin Ibu juga tahu aku sedih untuknya. Dan aku yakin ibu juga ahu aku bukan anak cengeng yang bisa meneangis didepan orang lain. Dan aku yakin Ibu tahu akau selalu menyebutnya dalam doa ku. Memeinnta kepada-Nya untuk kesembuhannya.
Ibu, semuanya berubah. Kapan kau bisa kembali seperti dulu? kembali membawa tawa disekeliling kami.  Kau harus sembuh, Ibu. Kami semua masih membutuhkanmu. Mungkin ini salah kami yang tak pernah memberi perhatian lebih padamu. Yang hanya meminta perhatianmu tanpa memberi satu yang sama padamu. Maafkan kami Ibu. Kau harus sembuh, Ibu. Agar kami dan aku bisa menebus dosa kami padamu.
Ibu, kau Harus Sembuh!