Senin, Januari 06, 2014
New Year 2014 ala McAnity
Begini jadinya kalau empat orang yang bersahabat dan susah sekali cari waktu luang. Di tengah rencana makan donat bareng pun gagal dan hanya bisa menghabiskan momen berempat dengan dua jepretan foto saja. Mungkin kali lain yaaa..
Gagalnya liburan ke Bandung dan bahkan ditinggal liburan ke jakarta hanya dibayar dengan beberapa jam saja... hahaha Miss U all guys. #Semoga tidak ada yang tanya kenapa ada kata McAnity di judul postingan ini. Karena itu murni kealayan dan bahkan saya sudah lupa apa artinya. Haha
Selasa, November 12, 2013
Senin, November 04, 2013
Being a Journalist*
Mungkin bagi orang lain, ini tidak penting. Tapi bagi saya, memberi apresiasi pada diri sendiri itu perlu. Pertama, untuk memotivasi diri sendiri, kedua untuk menginspirasi saya sendiri. Karena yaa, setiap orang pasti punya sisi low dan high motivation kan. Biasanya, dengan me-refresh pikiran dengan hal begini bisa membuat mood saya suatu hari jadi berubahan positif.
Dan, siapa tahu kelak, saya ingin flash back, biarkan lewat blog ini saya bernostalgilaaa, hehehe
Ini satu cerita tentang pengalaman saya sebagai wartawan (onjobtraining) di Radar Surabaya. Sebuah koran lokal anak perusahaan Jawa Pos Grup. Atas satu peristiwa membuat saya tiba-tiba ingin terjun ke dunia satu ini. Dan Alhamdulillah diberi kesempatan untuk terjun langsung dan merasakan hidup di jalan ala Wartawan.
Rasanya? Nggak ada kata yang lebih mewakili, selain kata S E R U. Setiap hari bertandang satu tempat ke tempat yang lain, hanya untuk mendapatkan satu dua tiga cerita. Berita. Satu yang jadi paling mengasyikkan adalah semua ini membuat saya menghafal jalan, menghafal orang, mengenal orang dan jeli dalam segala hal.
| Lapsus halaman 1. Yeeeey. Nembus ini susaaah |
Sedikit beban mental. haha, karena jadi wartawan bukan hanya soal melaporkan berita. Tetapi juga membela, menyampaikan, menyalurkan pendapat, daaaan banyak yang lain. Dan satu lagi, jadi wartawan itu adalah soal kecepatan dan ketepatan. Ngebut? Selalu. Dan membuat jari-jari ini selalu lincah menekan tuts keyboard. Hahaha. Alaynya lagi, tangan ngapal. Karena? Kebanyakan nyetir. -___-
Hmm, berfikir menjadikan wartawan sebagai profesi memang membutuhkan pertimbangan yang sangat panjang. Pertama, wartawan (dalam skala saya) tidak cocok untuk perempuan. Benar kata seseorang. Kelak, kalau sudah berkeluarga (haallah) saya nggak mau jadi wartawan. Profesi ini sangat membuat lupa waktu lupa keluarga. Tapi seeeruu. Hahaha, biarlah ini menjadi proses penjajakan di masa muda. Menggali pengalaman menggali ilmu.
| si rumah miring yang longsor karena terdampak proyek pemerintah |
| Empat bule yang ngamuk bangunan peninggalan Belanda ditelantarkan. Iyalah, dulu kalian penjajah! |
| inspiring kid. berprestasi karna ditinggal ibunya (broken home) |
Serunya karena saya bisa merasakan bagaimana berhubungan dan berkomunikasi mulai dari grassroot, pejabat, atau marginal. Mengungkap kasus, dan berburu kecepatan dengan media lain. Hmm, menulis begini membuat saya berfikir bagaimana saya harus melepaskan ini semua kelak.
| Walikota Tri Rismaharini. Inspiring Woman :D |
| Fashion show. Baru kali ini nonton beginian. haha |
Benar kata seseorang, ketika kita memulai, kita juga harus tau kapan harus mengakhiri. Tetap tinggal atau akan berlari suatu saat. Tapi emang ya, yang nama ikatan persaudaraan sesama jurnalis itu sangat kental. Kemana saja asal kita wartawan, orang lain, baik sesama wartawan atau bukan pasti akan selalu dibantu. heehehe. Saya baru akan menginjak bulan ketiga. Masih butuh berpuluh-puluh tahun lagi untuk bisa menjadi wartawan sejati.
Tapi ada sesuatu yang aneh. Jadi wartawan itu memang penuh cobaan. Iman terutama. Nggak sekali dua kali pas ngeliput di kasih amplop. Pertama saya kira itu amplop apaan, eh duit. Setelah konsultasi, ternyata begituan termasuk sogokaj. Astagaa. Dan yang ngasih kebanyakan dinas pemerintahan. Satu wartaawan dikasih duit segitu. Ckckckc..
Belum lagi si polisi. Sudah lebih dari dua kali saya lolos tilang karena saya nyebut saya wartawan. Ngikngok banget. Pernah langsung dikebalikan duit saya, padahal saya belum sempet ngeluarin kartu pers saya. Aneh.. Ya aneh, emang kenapa kalau wartawan? Payah kan..
| Yovie n Nuno |
But, so far, I am enjoy for being a journalist.
| *_* |
Senin, Oktober 28, 2013
Tangan Kanan Tangan Bagus, Tangan Kiri Jangan Iri
Dulu, ada yang bertanya pada
saya, kenapa tangan kiri dijuluki tangan jelek. Atau singkat kata, kenapa orang
tua kita selalu bilang, “Hayoo, pake tangan bagus,” maksudnya pakai tangan
kanan saja jangan pakai tangan kiri. Teman saya waktu menanyakan pada saya
mengapa anak kecil diberi mindset bahwa tangan kanan itu tangan yang lebih baik
dari tangan kiri. Kalau dia bilang, kan nggak adil
bagi orang yang misal hanya punya satu tangan. Misal kanan saja atau kiri saja.
Waktu satu menjawab, ya karena
tangan kanan itu tangan yang bagus. Lebih bertata karma. Sekaligus tangan kiri
adalah tangan syaitan. Dimana syaitan selalu memakai tangan kirinya ketika
makan. Mungkin juga untuk yang lain.
Teman saya itu sempat bertanya,
memangnya ada dalilnya tangan bagus itu tangan kanan? Saya memang selalu lemah
dalam hafalan nasab hadist. Saya pernah dengar, tapi saya lupa. Pokoknya yang
saya ingat itu adalah tangan kiri itu adalah kebiasaan syaitan. Itu yang
dijadikan adaptasi hukum mengapa tangan kanan dikatakan tangan baik dan tangan
kiri adalah tangan jelek.
Dan beberapa bulan lalu saya
menenmukan hadistnya. Bunyinya begini:
Saya ingat, teman saya sempat
bilang “Masak Allah menciptakan tangan, tangan jelek? Ya enggak kan, tangan
kanan dan tangan kiri itu sama-sama bagus,” katanya waktu itu. Kami sempat
berdebat, bukan berdebat sih, berdiskusi tepatnya. Saya selalu kalah. Karena saya
ya itu tadi lupa dalil, saya selalu gagal menyebutkan itu disebutkan di hadist
yang mana atau di quran surat apa.
Yaaa, paling tidak saya senang
berdiskusi dengan si anak ini. pertanyaannya sederhana. Mudah dinalar, namun
kembali lagi, kita memang selalu harus punya dasar ketika melakukan sesuatu.
Juga ketika menetapkan sesuatu. Amal tanpa ilmu itu nonsense kan. Begitu juga
ilmu tanpa amal.
Ahaha, jadi ceritanya saya
sekarang sedang rindu berdiskusi dengan kawan saya satu itu. Rindu untuk
berdiskusi, dan rindu untuk merionalisasikan tentang agama, budaya, dan
syariat. Ngobrol dengannya itu sebenarnya bukan level saya. haha. Tapi sekarang dia sedang pergi
jauh. Jauh sekali. Cannot be reached. Hehe. Langka teman seperti dia. Yang
selalu mebuat saya selalu belajar lagi, belajar lebih. Tentang yang sederhana
hingga yang paling rumit.
Kamis, Oktober 17, 2013
Rasanya Jadi Tante
Rasanya punya ponakan emang seru. Dulu pas saya masih unyu-unyu punya sih bulek (tante, red). Dulu saya sering sore-sore di ajak jalan-jalan, beli terang bulan, atau nonton bulu tangkis di GOR. Nah sekarang saya merasakan jadi tante. Hehe.
Pas selametan Ayah yang kedua, Alifi ke rumah sejak siang. Sore-sore, si mata beruang ini, yang sudah pinter di ajak naek motor, saya ajakin mueter-muter. Ke pasar aja sih, eh dia malah ngrengek beli macem-macem. Mulai meja belajar gambar tom n jerry samai mobil-mobilan dua buah sekaligus. Masalahnya saya nggak bawa dompet. Hanya ada duit selembar Rp 20 ribu.
Dia ngrengek-ngrengek. Nggak mau balik kalo mobil itu nggak ikut di bawa. "Satu ae Fii, duit ning Ima nggak cukup," kata saya merayu. Dan tau jawabnya apa?
"Duaa, cek iso tabrak-tabrakan," katanya unyuu. hahaha imuutnyaaaa....
| belajar alay |
| jepretan alifi |
Kalau gedhe mau jadi apa? "Punya helikopter" itu jawaban Alifi.
Rabu, Oktober 09, 2013
Usia Kembar 22
Sudah semakin tua. Perasaan kayak baru kemarin ngepost ultah yang 21, sekarang udah yang 22 aja.Hehe. Dan yang bikin terharu temen2 kosan dan angkatan ngasih kejutan, masih aja... hahaha. Nggak nyangka sama sekali. karena waktu pas mau liputan, waktu masih di kampus, sempet sih dibikin geje, tapi nggak ngeh kalo itu bagian dari perangkap. tapi alhamdulillah masih dalam bentuk wajar.. :)
tapi ada kado spesial juga. pas hari itu, liputanku masuk di halaman satu. :)
![]() |
| dapet kado handbody |
Semoga di usia kembar 22 ini, di usia yang serba ganda ini, akan ada banyak berkah yang berlipat ganda, rasa sabar yang berlipat ganda, dan juga kekuatan yang berlipat ganda. dan yang terakhir kebahagiaan untuk keluarga, kawan dan semuanya yag berlipat ganda.
Thanks for you all guys..
Rabu, September 18, 2013
Cover: I Wanna Grow Old With You by Westlife
it's just a kinda funny. cuman buat lucu2an. tiba-tiba pengen ngerekam diri sendiri. hahaha. kadang narsis itu juga semacam kebutuhan. saya yakin anda semua setuju, iya kan? jadi ceritanya, kapan hari saya sedang nganggur, dan sedang berkencan dengan gitar unyu saya, si Gee. (saya memang suka menamai apapun benda2 kesayangan saya, jadi biasa aja). nah, ketika lagi browsing chord lagu, eh ternyata nemu chordnya lagu I Wanna Grow Old With You-nya Westlife. kebetulan banget, dulu saya pernah nyari tapi nggak tau kenapa nggak nemu.
susah-susah gampang. susahnya nemuin tempo yang pas. nggak usah dibayangi saya nggitarnya sama kaya yang sudah kaliber. standart. hahaha. tapi apapun kalau karya sendiri pasti membanggakan. ya kan? jadilah saya sebelum berangkat liputan narsis dikit. yang ternyata bikin saya upload di yutub. alay ya? hahaha, tapi gapapalah, sapa tau ntar akalu saya punya anak cucu, ngeliat blog ini bakal mikir, eh ternyata emak gue alay yaa,,,
kan alay dan lebay adalah proses hidup. so just enjoy your life. do what you love and love what you do :))
Sabtu, September 14, 2013
The Gee
when you need something to refine. when you need something to remember. when you have something to believe. this is not just about u and your world. one thing one choice one believing. yesterday, today or even next day. trust you have to trust and go to the place you want to go. because you only have one chance to stand before down and never wake up.
| me and the gee |
22:37 - The Ring Angel
Sabtu, September 07, 2013
It's Not That Easy
ternyata nggak segampang yang saya bayangkan. harus berkutat dengan jalanan setiap hari demi satu dua dan tiga cerita. lebih dari itu, ini tentang sebuah petualangan di kota pahlawan. siapa yang hafal semua jalan di kota surabaya? ayo beradu? target saya, tiga bulan ini saya harus menjelajah seluk beluk kota terbesar kedua di Indonesia ini *walau untuk sekarang masih tanpa SIM. :)
| dream | do | share |
Langganan:
Postingan (Atom)










