Minggu, April 21, 2013

The Pictures



Yang baca postingan ini pasti bilang, ini postingan nggak penting banget ya. Narsis. Haha. Nggak apalah, kapan lagi. Lagi mau pamer, ups, bukan ding, mempromosikan karya teman sekosan yang suka ndandanin orang. Sebutannya 'cilik'. Nama populernya Ifti. Yap, dia itu teman seangkatan saya di Fisika ITS. Dia ini nggak akan tahan ngelihat temen yang.. misalnya bajunya warnanya nggak matching, jilbabnya nggak beres, atau baju kedodoran pun sering dia komentarin sebagai penampilan yang 'gak mbois'. Jahat banget kan? Dan tentu saja, saya termasuk golongan orang yang yaa pernahlah alias sering  jadi bahan empuk buat dia komentarin. Hoohoo

Nah, akhir-akhir ini dia lagi semangat berkreasi jilbab. kan sekarang lagi 'in' banget tuh model kerudung yang diputer-puter, lucu, dan unyu itu. Ifti lagi suka tuh. Dan anak kosan emak jadi sasaran sergap eksperimennya.    Kami dijadikan objek pelampiasan kreativitas yang tak tersalurkan,,, hehehe.

Dan ini beberapa hasilnya... (fotonya sudah beberapa bulan yang lalu sebenarnya)



    
(postingan ini saya temukan di draft blog saya)
sudah hampir setahun lalu draftnya, daripada nggak terupload,, :)


Kamis, April 18, 2013

Oblivion | Film Iluminati

Semalam saya pergi nonton film dengan sahabat saya, Henny. Ini karena film yang sedang muter di bioskop adalah film aktor kesayangannya, Tom Cruise. Saya sebenarnya nggak suka-suka amat, tapi yaah, daripada di kos bengong, setuju saja saat dia nyeletuk ngajak saya waktu di Laboratorium Fisika Dasar.



Film terbaru Cruise kali ini judulnya Oblivion. Sesuai terjemahannya, Oblivion itu artinya pelupaan atau keadaan yang terlupa. Aneh ya. Genrenya memang science fiction. Untung sebelum ke bioskop, kami sempet ngelihat traillernya. Yah, paling nggak biar nggak mudengnya nggak banget-banget.

Well, asli, ceritanya ngayal banget. Ceritanya, ada makhluk asing yang ingin mencari tempat hunian. Ia mengincar bulan untuk dikuasai. Dihancurkannya bulan membuat bencana besar di bumi. Raibnya bulan sebagai satelit alam bumi memberi dampak yang luar biasa. Terjadi bencana besar-besaran di bumni, seperti gempa, tsunami, sampai bumi luluh lantah dan rata dengan tanah. Ehm, tapi White Housenya masih kelihatan sih puncak bangunannya. Curang yah.

Nah, nggak berhenti sampai bulan saja, tapi si alien yang bernama Sally ini berniat mengambil bumi. Karena masih banyak manusia yang selamat, ia ceritanya menebar isu kebohongan. Yaitu ia mengelabuhi manusia bahwa bumi akan hancur, maka manusia harus mencari planet baru untuk tetap hidup. 

Planet itu adalah Titan. Satelitnya Saturnus. Yah, coba pikirkan, ratusan manusia yang tersisa (karena hitungannya adalah Amerika saja), harus bedol desa dari bumi ke Saturnus, yang jaraknya adalah 1,272,000,000 km dari bumi. Memang sih, di ensiklopedia yang saya baca, si Titan ini punya kesamaan sifat fisik yang sama dengan bumi. Seperti punya air dan juga atmosfer, yang memungkinkan manusia tinggal di sana.

Jack Harper
Berawal dari sanalah, muncul Jack Harper (Tom Cruise). Dia adalah seorang astronot. Bersama rekannya Victoria atau Vika, dia mengendalikan pesawat luar angkasa membawa manusia (yang tersisa) untuk singgah di Tet dan kemudian berangkat ke Titan. Tet adalah stasiun ruang angkasa. 

tunggannya Jack Tech-49

Namun, nyatanya mereka semua tidak sampai ke Tet, ada malpembakaran di tubuh pesawatnya. Hanya Jack dan Vika yang masuk ke Tet. Tapi, namanya juga cerita fiksi ya, konfliknya adaa saja. Haha. tapi menarik, asli.

Sesampainya di Tet, Jack dan Vika nyatanya malah dimanipulasi ingatannya. Semua memori mereka di bumi dihapuskan. Diganti dengan ingatan sebuah misi. Misi adalah membantu Sally untuk mengeringkan bumi dengan mengambil semua energi airnya sebagai energi pengganti di Titan. jack dan Vika dikembalikan ke bumi untuk menyiapkan misi tersebut. Mereka bekerja bersama puluhan robot. 

Well, singkat cerita, mereka akhirnya tahu bahwa mereka hanya dimanfaatkan demi misi pribadi Sally. Hal tersebut Jack dapatkan setelah ia diculik oleh kawanan 'Pemakan bangkai', another alive human yang tersisa.  Mereka mencoba mengembalikan ingatan Jack dan merangkulnya untuk menghancurkan Tet.

Tet
Dengan membawa bom nuklir, Jack dan pemimpin pemakan bangkai berangkai di Tet. Mereka ke sana untuk bertemu Sally, yang selalu secara misterius mengontrol dan mengndalikan kerja Jack selama ingatannya dimanipulasi. Saya juga penasaran sih, bagaimana wujud Sally yang alien itu.

Dan see that, begitu mereka sampai di Tet yang ada di luar angkasa, mereka akhirnya bertemu Sally. Just to know, Tet dalam film ini berbentuk segitiga besar sekali yang terlihat kokoh dari bumi. Untuk masuk kesana, Jack terlebih dahulu diintrogasi tentang maksud kedatangannya. Saat itu ia berkilah untuk menyerahkan manusia yang masih tersisa.

Well, Saal ternyata adalah sebentuk robot. Hmm bukan robot sih, melainkan sebongkah batu segitiga yang sangat besar yang berbicara melalui matanya yang jumlahnya hanya satu. Dan warnanya merah. Dan kau tahu apa? Ya, seperti segitiga mata satu. Iluminati.

Sally
Ada kutipan yang wow dari si mata satu ini, ketika Jack menuntut kebebasan dan kemerdekaan bumi. 

"Aku yang menciptakanmu Jack. Aku Tuhanmu," katanya. 

Ini karena di Sally mengklon Jack hingga ribuan klon-Jack. Hanya untuk mengasup air (hidro) bumi. ya, Jack adalah teknisi yang handal untuk melakukan pekerjaan tersebut. Singkat cerita Tet berhasil di bom. Sally si iluminati itu hancur. Bumi pun aman dari pengeboran air besar-besaran dari menara misi milik Sally.

Iluminati
Lalu, kenapa Sally harus iluminati. Kenapa Tet harus segitiga raksasa yang mengawasi bumi dan mengusasi umi dari kejauhan. Kenapa harus mata satu yang tergantung di segitisa raksasa itu yang memerintah Jack. Dan mengapa Si mata satu mengaku Tuhan.

Konspirasi iluminati. Hahaha

Mungkin benar mungkin salah. tapi yang jelas, begitu saya melihat film itu dan penasaran di Sally itu alien seperti apa. Eh, malah alien itu adalah mata satu dan seitugia aneh itu. Hehe, entahlah, saya juga hanya berspekulasi. Apa ini yang namanya konspirasi??

Bagi yang belum nonton, penggemar Science Fiction, Monggo ditonton.. :)


Senin, April 15, 2013

Tere Liye (Poseidon 2013): Karena Saya Menghormati Perempuan

Seorang penulis itu selalu khas dengan karakternya. Tegas. Lugas. Unik. 
Ada juga additional behavior of writer yaitu misterius, dan whatever you say, I will go straight.
Ya, mereka itu selalu prinsipil. Malah kadang terlalu. 

Saat masih candu dengan buku dan novel dulu, saat seragam saya masih putih biru, buku Tere Liye masuk dalam daftar buku yang membosankan. Novel-novel buatannya sarat dengan kalimat-kalimat panjang, minim kutipan dan yang paling saya benci adalah endingnya yang jarang happy ending. Kasusnya selalu saja mbulet dan terkesan mengada-ada. Saya kurang begitu suka. 

Ya, mungkin novel Tere Liye nggak cocok diasup oleh remaja tanggung yang suka dengan keababilan seperti saya, dulu. Saya lebih memilih membaca novel berlabel teenlit atau chicklit. Dah ya, saya juga sempat mengira novel Tere Liye itu novel terjemahan. Dan saya juga sempat mengira kalau Tere Liye ini nama pena seorang penulis perempuan. 

Eh tapi ternyata salah, belakangan saya tahu kalau penulis buku best seller ini adalah seorang pria yang akhi-akhi, hehe. Kementerian Kominfo BEM ITS 2012/2013 mengundang beliau dalam acara Populer Seminar Writng of Indonesia (Poseidon) 2013.

Bang Tere Liye ini secara khusus datang ke ITS untuk membagi pengalamannya di bidang kepenulisan. Hmm, cukup mahal sih mendatangkan penulis best seller macam dia. Panitia harus rela merogoh kocek sebesar Rp 3,5 juta plus transportasi dan hotel, yaah kira-kira Rp 5 juta deh. But, saya rasa sepadan sih. Bahkan kami, panitia, sempat merasa sayang dan nyesel karena mematok tiket hanya Rp 25 ribu untuk ITS dan Rp 35 ribu untuk umum.

Masalahnya, kalau tahu antusiasmenya sebanyak ini, mungkin kami tergiur untuk maruk mematok harga yang lebih tinggi. Bang Tere bahkan menyebutkan kalau seminar yang mendapuk dia sebagai speaker rata-rata malah Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Dan sayangnya lagi, kapasitas ruangan gedung yang kami sewa hanya bisa menampung maksimum 400 peserta, setelah ditambah beberapa kursi plastik. Yah, jadilah ruang sidang Pascasarjana lt 3 ITS penuh sesak oleh peserta. Pesona Tere Liye ini memang luar biasa.

Si Tere Liye datang dengan tampilan casual kaos hijau panjang, celana jeans, dan sepatu gunung. Saya rada kesal dan menilai orang ini sok-sokan karena nggak mau memberi contact person dan tidak mau ada sesi foto barneg dan juga wawancara bareng secara khusus. Jahat banget ya. Kekesalan saya kian bertambah saat tahu dia mengeluh pengen cepat ke hotel karena lelah usai menunggu pesawat yang rusak saat dia sudah di atas pesawat.

Tapi, mau tidak mau saya harus mengakui kalau penulis satu ini benar-benar keren. Didapuk sebagai pembicara dalam seminar nasional, dia sama sekali tidak menyiapkan slide presentasi. Dia hanya memberikan file word yang isinya lima kolom tentang jenis-jenis tulisan yang mungkin bisa ditulis oleh seorang penulis pemula. Tidak ada yang lain.

Jadilah seminar itu mendengar cerita-ceritanya yang inspiratif, tips-tips menulis ala dia, dan juga sedikit mirip workshop. Saya duduk tepat di depannya selama dia berbicara, berbekal kamera DSLR milik seorang staff, saya puas-puaskan njepret sosok unik di depan saya itu.

Dia biasa menulis sejak usia delapan tahun. Tepatnya menulis puisi. Pria usia 33 tahun ini sejak kecil terbiasa diperpengarkan dongeng oleh pakwonya di Sumatra sana. Dari sanalah ia lalu terbiasa melamun, dan menulis. Baginya, menulis itu adalah kebiasaaan. Ada beberapa tips menulis yang ia bagi siang itu.

Yang pertama adalah penulis harus punya sudut pandang spesial. Kedua yaitu punya amunisi. Penulis juga harus memiliki kekayaan ragam bahasa. Dan terakhir yang saya ingat adalah penulis harus memulai menulis dan tidak perlu susah-susah untuk mengakhiri tulisannya.

Mainstream kan kalo dipikir-pikir. Tapi satu yang saya tangkap dari seminarnya siang itu, bahwa menulis itu tidak perlu memikirkan untuk apa dan untuk siapa kita menulis. Tak peduli orang akan mengapresiasi atau mencaci tulisan kita, asal tulisan itu relevan dengan diri kita maka tulisan itu adalah tulisan yang bagus. Ya, karena katanya menulis itu adalah berbagi kebaikan. Bukan utnuk emngharapkan kebauikan, right??

Haha, paling tidak, saya jadi tidak perlu ambil pusing ketika blogging. Mau orang bilang apa tentang tulisan saya, itulah tulisan saya. Aha, mungkin ini juga yang membuat kepribadian Tere Liye yang sak karepe dewe itu ya. Dia yang tidak mau terlalu di ekspos dan terlalu membatasi diri. Dia bahkan mengelak ketika ada penanya yang menjudgenya sok misterius dan menyembunyikan identitas. Coba ingat-ingat, memang di setiap buku Tere Liye hampir tak ada foto atau biodata penulis kan ya?? 

Ia berkilah bahwa ia hanya menjaga privasi saja. Haha, dasar penulis. 

Well, saat signing book, saya sempat nyeletuk tentang nama pana yang ia gunakan. Nama berbahasa India itu ternyata punya arti "untukmu". Konon dia memang suka India, mulai dari film, dan juga kisah cerita negeri asal Sarukh Khan itu. Makanya ia mencatut bahasa India sebagai nama penanya. Padahal nama aslinya adalah Darwis. Alumni Akutansi UI dan pernah mengajar sebagai dosen juga. 

Yaa,, over all bertemu Bang Tere ini membuka satu wawasan baru tentang penulis bagi saya. Dirinya yang unik ini seolah memberi petuah pada saya tentang kayanya dunia jika kita mau berfikir dan kemudian menuliskannya untuk dibagi.

Selayak analogi pohon kelapa yang ia ceritakan di prolog seminar. Bahwa pohon kelapa memang tak pernah berpetualang seperti penyu dan burung pipit. Tapi ia selalu berbuah. Buahnya kerap jatuh ke pantai dan terombang ambing terbawa samudera hingga sampai ke negeri seberang. Di sanalah lalu bauhnya tumbuh kembali untuk memberi kebaikan di sekitarnya. Dan begitulah seterusnya.



Saat dinner saya tanya ke Bang Tere, kenapa di novel-novelnya selalu menggunakan tokoh utama perempuan. 
"Karena saya menghormati perempuan," katanya.



Post Card

no caption

Minggu, Maret 31, 2013

Henny (22th)

one of my best friend has special day in the end of March
she is Henny Dwi Bhakti
the most innocent girl I have ever met
so (much) easy going | smart | slow in walk but fast in thinking
she is a good listener | football lover | crazy in k-pop 
 | a great dreamer |
Happy Birthday my friend !
wish you for your best ^.^

Sabtu, Maret 30, 2013

106 Graduation | Momentum

Bahagia haru. 
Emosi yang pastinya tidak kunjung beranjak bagi lima orang teman sejawat saya di Momentum. Gebi, Kris, Imam, Vitri, dan juga Nike. Saat toga bersandang di raga, gondon emas terkalung di dada, serta topi persegi empat yang kuncir talinya siap digeser ke kanan oleh Sang Rektor, tanda mereka akan sah diwisuda. Ya, tepat tanggal 16 Maret 2013 lima skuad Momentum ini telah resmi melepas status mahasiswanya, dan menjadi Sarjana. 


Sepertinya intro di atas terlalu mellow, haha. Well, selamat ya buat teman-teman saya yang sudah wisuda. Pasti rasanya seneng banget, udah nggak jadi mahasiswa. Tapi enggak ding, nggak semua, si gebii jadi mahasiswa lagi, S2. 

Lulus 3,5 alias satu semester lebih awal dari waktu normal itu memang istimewa. Di jurusan Fisika, lulus 3,5 tahun bisa dibilang susah (kalo kataku sih). But.. tentu saja, saya memberi apreciate yang luar biasa pada ke enam kawan saya ini. Ya, enam. Karena satu lagi akawan sayaa sekarang sudah beranjaak ke Taiwan untuk melaanjutkan studi.


Kawan saya yang keren ini adalah Gebi. Dia mendapat gelar sebagai wisudawan termuda. Bagaimana tidak, dia berhasil menggondol gelar sarjana saat usianya belum genap 20 tahun. Yaa, dia lahir dua hari dua tahun setelah saya, 23 September 1993. Dia menamatkan SMP dan SMA-nya melalui program akselerasi.

Gilee.. dan dia juga mau akselerasi menyelesaikaan S2 dan S3 nya. Dia lolos beasiswa Fast Track Jerman. Whuu,,, kereeen.. semoga besok2 punya anak sejenius anak ini. Hehe.
Sekedar bocoran, Gebi ini anak pinter yang terasah otak kanan dan kirinyaa. Si otak kiri yang diasah lewat belajar segala mata pelajaran (read: fisika matematika dkk), ia banyak ambil les ini sejak SMP. Dan ia juga dididik oleh orang tuanya untuk pandai bermusik. Ia jago piano dan gitar. Ia juga banyak les di bidang ini. Menurutku, ini yang bikin si anak jenius ini nggak stress meski otak kirinya bekerja berlipat ganda daripada anak seusianya. Great !


Berikutnya adalah Imam. Si pendiam yang kutu buku, baik hati, (agak pelit senyum), cool, dan pemurah karena sering ngajarin kami kalau mau kuis. Ya, kebiasaan di angkatan Momentum adalah kami selalu mengadakan turotial mata kuliah tertentu, seperti Kuantum, Fistat, dan Medan EM. Imam adalah salah satu yang sering dinobatkan sebagi dosen dadakan. Haha. Tapi, asli, setelah denger penjelasaan Imam, seperti dapat cahaya yanag mencerahkan. Hingga bilaang ooooh,,, (paham) hehe. Makaanyaa temen-temen sepakat kalo dia pasti cocok banget jadi dosen. Karena banyak dosen Fisika yanag pinter tapi nggak meminterkan mahasiswanya. (*-*)

Well, ada satu hal lagi yang keren dari seorang Imam, sebenernya ini off the recor sih. Seorang dosen penguji TA Imam sempat memberi komentar setelah beberapa hari menguji Tugas Akhir Imam. Dosen bergelar pi ini mengaku sangat kagum dengan Sidang Imam. Katanya ia belum pernah menguji mahasiswa yang dapat menjawab dan menjelaskan segamblang, serunut dan selengkap Imam. Ia menyayangkan kenapa dosen pembimbing Imam tidak memberi nilai sempurna untuk Imam. Dengan gamblang bapak ini malah bilanag dengan rela sekali membubuhkan nilai A sempurna jika saja ia pembimbingnya. Karena menerutnya sidang Tugas Akhir paling bagus selama ia menguji adalah sidang Imam. Ihh waow !! Toh dia masih bisa cumlaude (^.^)


Kalu satu ini namanya koko Kris. Belakangan aku jadi terbiasa memanggil kawanku ini dengan sebutan begitu (ngikut cewek di foto ini, dia tim TA ku soalnnya). Well, koko ini termasuk beken di ITS. Sebagai pengelola website dan majalah kampus, aku sudah terbiasa melihat koko Kris malang melintang di dua produk kampus itu. Terutama karena kepiawaiannya di bidang astronomi, bidang yang dulu pengen banget aku geluti. Yap, prestasi demi prestasi banyak ia torehkan. Mulai dari ikut olimpiade astro internaational dan dapet gelar honorable mention, terus ikut konferensi di luar negeri,  ke Jepang, dan juga mendirikan  komunitas astronomi buat aak SMA dan mahasaiswa. Gilee aku apal banget.

Well, dia juga berhasil lulus 3,5 tahun dan cumlaude. Sekarang, ia sedang menunggu beasiswaa untuk kuliah di Jepaang. Sudah diterima di University Jepang. Kereen. Tak doakan deh si Koko, yang sekaaraang aaktif ngajar astro di salah satu SMA di Surabaya ini segera dapet beasiswaadan bertolak ke Jepang.


Kalao yang satu ini nike. Saarjanaa yaang organisaatoris sebaagaai tim pengonsep pengaderaan jurusan selaamaa duaa taahun berturut-turut. Gilee. Walau sering pulang maalaam baahkaan apaagi tetep bisa terlewaatkaan dan lulus 3,5 tahun. Hebaat kaan. Sekaarang si Nike ini udaah kerja sebagai seorang skretariaas salah saatu dosen di Jurusaan Fisika. Selamat ya nikee..



Beda lagi sama si cantik mother Vitri ini. Sejak awal kuliah si cantik ini memang sudah keliaahatan di atas rata-rata. Dari SMA rajin ikut olimpiade bidang Fisika, bahkan sampek cinlok segala gara-gara olimpiade itu, haahaa. But, jangan saalah. Sejak mahasiswa Vitri sengaja menyibukkan hari-harinya setelah kuliah dengan mengajar. Mulai dari ngajar, ngelesi, sampai dapet jodoh om daari murid les-lesannya ini. Nah kan, emang yaaaaa,,, passion lead you into your way to love. Hehe. Lulus 3,5 tahun si mother (panggilan hasil KP bareng di Jogja), Vitri langsung dapet kerja ngajar Fisika di dua sekolah sekaligus. Bersanding di tengah-tengah anak ABG labil konon membuatnya banyak jadi bahan godaan dan dapat gelar ibu guru cantik. Si murid kadang malah suka nggak memperhatikan papan tulis karena teralihkan perhatiannya ke paras ayunya si Vitri ini. Haha. Lucunya. 

Salah satu kebiasaan Vitri yang patut ditiru adalah kebiasaaannya yang nggak suka menunda pekerjaan, dan selalu skeptis dengan soal-soal Fisika. Dia nggak akan bisa tidur tenang kalo tugas kuliah belum kelar ia rampungkan. Nah,, perlu dicontoh niiih. Jangan malah ada tugas dtinggal molor. :)
Great Mother, Conrotulation for your graduation, and for you all guys. :D

Ini gambar si Virda yang sudah nangkring di Taiwan. Kece yaa..
Dan juga saat kami bikin surprise farewell di bandara ..


Ini beberapa foto serunya konvoi ngarak dan nyambut wisudawan.


Sebentar lagi, giliran kita..




 


  `
Every step we taken, every way we passed, and every laugh we spend together. Congrotulation. Happy Graduation Guys.  

Rabu, Maret 06, 2013

Seven Wonders #KMF48

-new family-

Tahun terakhir di ITS nyatanya tak merelakan saya hanya berdiam diri sebagai mahasiswa akademis. Meski di awal semester sempat meneguhkaan hati untuk fokus di Tugas Akhir dan kuliah saja, ternyata saya tergoda juga. Mengabdi di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS menjadi tempat saya belajar sekaligus mengamalkan sedikit ilmu yang saya miliki dalam berorganisasi.

Mukti, seorang kawan lama, mengajak saya untuk bergabung bersama great tim kami di Kementerian Kominfo BEM ITS. Ya, bersama Randika, Ayu, Dila, Fadhiel dan Beye, kami menamakan diri kami Seven Wonders #KMF48. 

Alay bukan, tapi ya sudahlah kealayaan justru menambah kekompakaan kami (alay-san). Kata wonder mewailiki makna kami yang luaar biasa. Ya, karena sayaa setuju menyebut mereka luaar biasa. Karena mereka memang luar biasa. Mukti yang journalist passionate, Raandika yang jago human resource management, Ayuk yang journalaist dan scretary yang keren, Dila yang jago desain daa marketing, Fadhiel yanag master desain, dan Beye yang master video maker.

Dan kealayan berikutnya adalah segala atibut kementerian akan selalu diikuti dengan #Something 48. Ya, karena si Mukti ini menggilaa banget sama AKB 48. Asal kaalian tau, gara-gara pas raker kami menaampilkan flash mop Heavy Ratatioan, sayaa jadi rada-rada suka dengan aliran musik girlband Jepang ini. Oh meen (-.-)"

They are Great. So we can say We are Great Team.

*next post saya akan kenalkan staf kami yang nggak kalah luar biasa. :)
just wait guys

Senin, Januari 14, 2013

Kakak Itu Cahaya Kedua Setelah Ibu

I only have one sister in my life. And I love her so much. 

Mengatakan rasa sayang itu memang sangat susah, (kalau kata saya). Seumur hidup saya bahkan, belum satu kalipun saya mengutarakan rasa sayang saya pada kakak saya satu ini. Kami berdua hanya terpaut tiga tahun. DIbilang dekat, tentu saja kami dekat. Tapi tidak sedekat yang kalian bayangkan. Yang jelas, dulu ketika masih kecil, kami itu nggak pernah lepas sama yang namanya 'tukaran'. Itu sudah biasa. Saling iri satu sama sama lain kalau satu diantara kami dapat perhatian lebih dari ayah atau ibu. Dan banyak hal kecil lain yang bikin kami nggak akur. Tapi di sisi lain kami itu sangat akur. Setiap malam saat masih sama-sama sekolah, aku selalu didongengin sama cerita-ceritanya di sekolah. Haha, saya selalu jadi pendengar setianya. 

Haha, saya sedang kangen kakak saya. Itu saja. Hope you get the best for your life and family. And get everything you want. And always love us as your sister and brothers. Thank you for everything. Thanks for loving us whatever we are. :')

Sabtu, Januari 12, 2013

Writing a Book (in Underline)


Buku Titik Nol Kampus Perdjoeangan

Beberapa hari yang lalu (7/1) saya kembali pergi ke agen jasa pengiriman JNE kampus yang ada di Gedung SCC Lt 1S. Kali ini tidak membawa berpaket-paket pengiriman berisi buku Djoeang seperti sebelumnya. Tapi hanya satu amplop coklat saja yang berisi satu buku.

Amplop ini akan dikirimkan ke satu alamat kantor ke Gedung Graha Tedja di Jakarta. Salah satu alumni ITS seminggu lalu memesan satu buah buku untuk dirinya. Uang sudah ditransfer, sebesar 150 ribu rupiah. Harga bukunya hanya 100 ribu memang, sisanya untuk ongkos pengiriman. Ada kembaliannya, dan langsung saya sertakan dalam amplop tersebut agar kembali ke pembeli. Belajar anti korupsi reek. Hehe.

Bukan ini yang menjadi ide pokok, hallah, postingan saya kali ini. Tapi hal lain yang lebih mellow dan mendayu-dayu. Hahahah, itu lebai kawan.

Sepanjang jalan menuju JNE, dari Kantor ITS Online, pikiran saya merajalela. Maklum, berjalan sendiri begini punya energi potensial melamun yang sangat tinggi. Saya jadi merenung, sembari memandangi amplop coklat di tangan saya ini. Di dalamnya ada sebuah buku, buku karangan saya dan kawan-kawan saya: Tim Djoeang.

Buku ini, dalam dua hari ke depan, akan sampai pada pembaca, yang entah siapa. Yang saya tahu, buku ini dikirim untuk seseorang bernama Handini. Saya tidak kenal. Ya, hasil karya Great TEAM DJOEANG: saya, oppa Huda, Emak Upik, Kakak Eka, Adik Aldrin, dan Kakak Icha akan dinikmati oleh seseorang nan jauh di sana. 

Ini bukan pesanan pertama lhoo, jangan salah. Dari 500 ekslemplar yang kami cetak Nopember lalu, kini masih tersisa kurang lebih 100 buku yang masih ngangkrak di Kantor ITS Online. Itu berarti 400 buku yang lain telah habis beredar di tangan-tangan pembaca. *saya kini sedang tersenyum :)

Tersenyum, karena inilah waktu yang jauh-jauh hari sangat kami harapkan dan nantikan. Bagaimana tidak, penggarapan buku ini memakan waktu dua tahun dalam kandungan kami. Sejak dua tahun yang lalu, tahun 2010, kami memulai langkah kami dengan mengetok meja rapat, bahwa tema buku yang akan kami garap adalah buku SEJARAH. 

Horor memang. Saya terutama yang nggak doyan sejarah, dipaksa harus menulis bukusejarah. Langkah kami tergolong lambat. Kami harus merunut sejarah dari awal. Mencatat siapa-siapa saksi sejarah ITS yang kiranya masih bisa dimintai keterangan. Bukan sekali, ketika narasumber yang hendak kami hubungi ternyata sudah ada di alam lain. Beberapa juga terjadi, narasumber kami yang meninggal bahkan ketika buku kami belum kelar di cetak. 

Itu bagian paling mengharukan dari penggarapan buku Djoeang ini. Silahkan dibayangkan sendiri, sesepuh apa saksi sejarah yang kami temui (rata-rata). Untung sudah selesai dikorek keterangannya *eeeh.

Yap, buku yang kami beri nama TITIK NOL KAMPUS PERDJOEANGAN ini, memang mengumpulkan rekaman sejarah kampus ITS sejak masa awal pendirian. Merekakan kembali mengapa kampus teknik ITS ini didirikan. Yang uniknya, pencetus pendirian ITS justru seorang dokter umum. Inilah istimewanya ITS. Dia bukan peninggalan kolonial Belanda. Seperti UI, ITB atau UGM. Berdirinya ITS, kampus perjuangan, memang dilandasi dari perjuangan yang panjang. 

Kalau saya bilang, mahasiswa ITS itu WAJIB tahu sejarah kampusnya. Bukan berarti saya memaksa semua mahasiswa untuk membeli buku kami. Haha. Tapi setiap mahasiswa wajib tahu bagaimana semangat pendiri ITS memperjuangkan berdirinya kampus yang kelak akan membesarkan mereka ini. Mereka harus tahu dan belajar tentang menghargai semangat dokter umum mendirikan kampus teknik pertama di Indonesia Timur. Yang kemudian setelah berhasil mendirikan justru dikudeta oleh mahasiswanya sendiri. Cerita yang heroik.

Kembali lagi dalam renungan saya. Siang tadi yang terpikir dalam pikiran saya adalah tentang quote jadul. Sekali berarti kemudian mati. Haha, sadis ya. Bukan begitu, tapi saya sedang mengilhami tentang makna sebuah karya. Seseorang akan dikenang bukan karena dia siapa atau apa. Melainkan dia akan dikenang karena karyanya.

Pun begitu dengan seorang penulis. Yang akan terus dikenang dari penulis adalah hasil tulisannya. Karyanya. Meskipun dia kelak sudah mati, dia akan terus hidup lewat karya-karya yang telah ia lahirkan. Yaa walupun tidak buanyak, saya bangga telah menulis buku djoeang ini. Semoga pesan-pesan yang ingin kami semua –tim djoeang- ingin sampaikan, melalui buku ini bisa tersampaikan.

Juga semangat djoeang para leluhur-leluhur ITS dapat terus tersemat ke darah sivitas akademika ITS. VIVAT !!!!
tim djoeang *minus kakak hoek

Hidup ITS ! Hidup ITS ! Hidup ITS !

^paling tidak satu mimpi saya, menerbitkan buku (walau masih kelompokkan) bisa saya coret. Tapi lalu saya menambahkan satu mimpi saya lagi di bawahnya. Menulis buku, sendiri. :D amiin

Kamis, Januari 10, 2013

Hilangkan Stress Itu Mudah, Salurkan Hobi!

Hari ini kelar UAS mata kuliah yang susahnya dari jaman bebuyutan, Fisika Statistik. Ya, persilangan ilmu Fisika dan ilmu Statistika ini ternyata melahirkan peranakan yang tidak diharapkan. Susah! Pake banget! Usai belajar semalan sampek pagi, ternyata nggak ada barang satu pun yang keluar di lembar soal. Huh melas banget gue. 

Well, jadinya, karena suntuk, siang harinya lepas ujian selesai, saya putuskan untuk hunting foto saja. Berbekal kamera DSLR EOS, tipe disamarkan, milik kantor, saya take beberapa foto di sekitar selasar perpus.

Tak ketinggalan, The Ring Angel, tempat galau saya, juga saya jadikan objek hunting. Ups, tempat ini saya jadikan tempat narsis. Haha. Huuuuuaaaaah.. UAS ini akhirnya berakhir. Semua hasilnya juga berakhir dengan baiiik.. Amiiin.

Tinggal tahajudan wess..

niat pose

niatnya candid 

captured in capturing
Yap, saya tidak sendiri. Tapi saya bersama partner in crime, Ifti (si cilik). Dan dia nggak mau kalah untuk mau di foto narsis. Kalau dia lagi menghilangkan jenuh karena peranakannya persilangan Fisika dan Matematika. Hahaha Fisika Fiska. Single aja udah ampuun..

*eaaaa


ukhti-ukhti Lamongan

Sudah. Sekarang waktunya berdoa. Let The Rest Being Best In God's Way. :)