Minggu, Maret 31, 2013

Henny (22th)

one of my best friend has special day in the end of March
she is Henny Dwi Bhakti
the most innocent girl I have ever met
so (much) easy going | smart | slow in walk but fast in thinking
she is a good listener | football lover | crazy in k-pop 
 | a great dreamer |
Happy Birthday my friend !
wish you for your best ^.^

Sabtu, Maret 30, 2013

106 Graduation | Momentum

Bahagia haru. 
Emosi yang pastinya tidak kunjung beranjak bagi lima orang teman sejawat saya di Momentum. Gebi, Kris, Imam, Vitri, dan juga Nike. Saat toga bersandang di raga, gondon emas terkalung di dada, serta topi persegi empat yang kuncir talinya siap digeser ke kanan oleh Sang Rektor, tanda mereka akan sah diwisuda. Ya, tepat tanggal 16 Maret 2013 lima skuad Momentum ini telah resmi melepas status mahasiswanya, dan menjadi Sarjana. 


Sepertinya intro di atas terlalu mellow, haha. Well, selamat ya buat teman-teman saya yang sudah wisuda. Pasti rasanya seneng banget, udah nggak jadi mahasiswa. Tapi enggak ding, nggak semua, si gebii jadi mahasiswa lagi, S2. 

Lulus 3,5 alias satu semester lebih awal dari waktu normal itu memang istimewa. Di jurusan Fisika, lulus 3,5 tahun bisa dibilang susah (kalo kataku sih). But.. tentu saja, saya memberi apreciate yang luar biasa pada ke enam kawan saya ini. Ya, enam. Karena satu lagi akawan sayaa sekarang sudah beranjaak ke Taiwan untuk melaanjutkan studi.


Kawan saya yang keren ini adalah Gebi. Dia mendapat gelar sebagai wisudawan termuda. Bagaimana tidak, dia berhasil menggondol gelar sarjana saat usianya belum genap 20 tahun. Yaa, dia lahir dua hari dua tahun setelah saya, 23 September 1993. Dia menamatkan SMP dan SMA-nya melalui program akselerasi.

Gilee.. dan dia juga mau akselerasi menyelesaikaan S2 dan S3 nya. Dia lolos beasiswa Fast Track Jerman. Whuu,,, kereeen.. semoga besok2 punya anak sejenius anak ini. Hehe.
Sekedar bocoran, Gebi ini anak pinter yang terasah otak kanan dan kirinyaa. Si otak kiri yang diasah lewat belajar segala mata pelajaran (read: fisika matematika dkk), ia banyak ambil les ini sejak SMP. Dan ia juga dididik oleh orang tuanya untuk pandai bermusik. Ia jago piano dan gitar. Ia juga banyak les di bidang ini. Menurutku, ini yang bikin si anak jenius ini nggak stress meski otak kirinya bekerja berlipat ganda daripada anak seusianya. Great !


Berikutnya adalah Imam. Si pendiam yang kutu buku, baik hati, (agak pelit senyum), cool, dan pemurah karena sering ngajarin kami kalau mau kuis. Ya, kebiasaan di angkatan Momentum adalah kami selalu mengadakan turotial mata kuliah tertentu, seperti Kuantum, Fistat, dan Medan EM. Imam adalah salah satu yang sering dinobatkan sebagi dosen dadakan. Haha. Tapi, asli, setelah denger penjelasaan Imam, seperti dapat cahaya yanag mencerahkan. Hingga bilaang ooooh,,, (paham) hehe. Makaanyaa temen-temen sepakat kalo dia pasti cocok banget jadi dosen. Karena banyak dosen Fisika yanag pinter tapi nggak meminterkan mahasiswanya. (*-*)

Well, ada satu hal lagi yang keren dari seorang Imam, sebenernya ini off the recor sih. Seorang dosen penguji TA Imam sempat memberi komentar setelah beberapa hari menguji Tugas Akhir Imam. Dosen bergelar pi ini mengaku sangat kagum dengan Sidang Imam. Katanya ia belum pernah menguji mahasiswa yang dapat menjawab dan menjelaskan segamblang, serunut dan selengkap Imam. Ia menyayangkan kenapa dosen pembimbing Imam tidak memberi nilai sempurna untuk Imam. Dengan gamblang bapak ini malah bilanag dengan rela sekali membubuhkan nilai A sempurna jika saja ia pembimbingnya. Karena menerutnya sidang Tugas Akhir paling bagus selama ia menguji adalah sidang Imam. Ihh waow !! Toh dia masih bisa cumlaude (^.^)


Kalu satu ini namanya koko Kris. Belakangan aku jadi terbiasa memanggil kawanku ini dengan sebutan begitu (ngikut cewek di foto ini, dia tim TA ku soalnnya). Well, koko ini termasuk beken di ITS. Sebagai pengelola website dan majalah kampus, aku sudah terbiasa melihat koko Kris malang melintang di dua produk kampus itu. Terutama karena kepiawaiannya di bidang astronomi, bidang yang dulu pengen banget aku geluti. Yap, prestasi demi prestasi banyak ia torehkan. Mulai dari ikut olimpiade astro internaational dan dapet gelar honorable mention, terus ikut konferensi di luar negeri,  ke Jepang, dan juga mendirikan  komunitas astronomi buat aak SMA dan mahasaiswa. Gilee aku apal banget.

Well, dia juga berhasil lulus 3,5 tahun dan cumlaude. Sekarang, ia sedang menunggu beasiswaa untuk kuliah di Jepaang. Sudah diterima di University Jepang. Kereen. Tak doakan deh si Koko, yang sekaaraang aaktif ngajar astro di salah satu SMA di Surabaya ini segera dapet beasiswaadan bertolak ke Jepang.


Kalao yang satu ini nike. Saarjanaa yaang organisaatoris sebaagaai tim pengonsep pengaderaan jurusan selaamaa duaa taahun berturut-turut. Gilee. Walau sering pulang maalaam baahkaan apaagi tetep bisa terlewaatkaan dan lulus 3,5 tahun. Hebaat kaan. Sekaarang si Nike ini udaah kerja sebagai seorang skretariaas salah saatu dosen di Jurusaan Fisika. Selamat ya nikee..



Beda lagi sama si cantik mother Vitri ini. Sejak awal kuliah si cantik ini memang sudah keliaahatan di atas rata-rata. Dari SMA rajin ikut olimpiade bidang Fisika, bahkan sampek cinlok segala gara-gara olimpiade itu, haahaa. But, jangan saalah. Sejak mahasiswa Vitri sengaja menyibukkan hari-harinya setelah kuliah dengan mengajar. Mulai dari ngajar, ngelesi, sampai dapet jodoh om daari murid les-lesannya ini. Nah kan, emang yaaaaa,,, passion lead you into your way to love. Hehe. Lulus 3,5 tahun si mother (panggilan hasil KP bareng di Jogja), Vitri langsung dapet kerja ngajar Fisika di dua sekolah sekaligus. Bersanding di tengah-tengah anak ABG labil konon membuatnya banyak jadi bahan godaan dan dapat gelar ibu guru cantik. Si murid kadang malah suka nggak memperhatikan papan tulis karena teralihkan perhatiannya ke paras ayunya si Vitri ini. Haha. Lucunya. 

Salah satu kebiasaan Vitri yang patut ditiru adalah kebiasaaannya yang nggak suka menunda pekerjaan, dan selalu skeptis dengan soal-soal Fisika. Dia nggak akan bisa tidur tenang kalo tugas kuliah belum kelar ia rampungkan. Nah,, perlu dicontoh niiih. Jangan malah ada tugas dtinggal molor. :)
Great Mother, Conrotulation for your graduation, and for you all guys. :D

Ini gambar si Virda yang sudah nangkring di Taiwan. Kece yaa..
Dan juga saat kami bikin surprise farewell di bandara ..


Ini beberapa foto serunya konvoi ngarak dan nyambut wisudawan.


Sebentar lagi, giliran kita..




 


  `
Every step we taken, every way we passed, and every laugh we spend together. Congrotulation. Happy Graduation Guys.  

Rabu, Maret 06, 2013

Seven Wonders #KMF48

-new family-

Tahun terakhir di ITS nyatanya tak merelakan saya hanya berdiam diri sebagai mahasiswa akademis. Meski di awal semester sempat meneguhkaan hati untuk fokus di Tugas Akhir dan kuliah saja, ternyata saya tergoda juga. Mengabdi di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS menjadi tempat saya belajar sekaligus mengamalkan sedikit ilmu yang saya miliki dalam berorganisasi.

Mukti, seorang kawan lama, mengajak saya untuk bergabung bersama great tim kami di Kementerian Kominfo BEM ITS. Ya, bersama Randika, Ayu, Dila, Fadhiel dan Beye, kami menamakan diri kami Seven Wonders #KMF48. 

Alay bukan, tapi ya sudahlah kealayaan justru menambah kekompakaan kami (alay-san). Kata wonder mewailiki makna kami yang luaar biasa. Ya, karena sayaa setuju menyebut mereka luaar biasa. Karena mereka memang luar biasa. Mukti yang journalist passionate, Raandika yang jago human resource management, Ayuk yang journalaist dan scretary yang keren, Dila yang jago desain daa marketing, Fadhiel yanag master desain, dan Beye yang master video maker.

Dan kealayan berikutnya adalah segala atibut kementerian akan selalu diikuti dengan #Something 48. Ya, karena si Mukti ini menggilaa banget sama AKB 48. Asal kaalian tau, gara-gara pas raker kami menaampilkan flash mop Heavy Ratatioan, sayaa jadi rada-rada suka dengan aliran musik girlband Jepang ini. Oh meen (-.-)"

They are Great. So we can say We are Great Team.

*next post saya akan kenalkan staf kami yang nggak kalah luar biasa. :)
just wait guys

Senin, Januari 14, 2013

Kakak Itu Cahaya Kedua Setelah Ibu

I only have one sister in my life. And I love her so much. 

Mengatakan rasa sayang itu memang sangat susah, (kalau kata saya). Seumur hidup saya bahkan, belum satu kalipun saya mengutarakan rasa sayang saya pada kakak saya satu ini. Kami berdua hanya terpaut tiga tahun. DIbilang dekat, tentu saja kami dekat. Tapi tidak sedekat yang kalian bayangkan. Yang jelas, dulu ketika masih kecil, kami itu nggak pernah lepas sama yang namanya 'tukaran'. Itu sudah biasa. Saling iri satu sama sama lain kalau satu diantara kami dapat perhatian lebih dari ayah atau ibu. Dan banyak hal kecil lain yang bikin kami nggak akur. Tapi di sisi lain kami itu sangat akur. Setiap malam saat masih sama-sama sekolah, aku selalu didongengin sama cerita-ceritanya di sekolah. Haha, saya selalu jadi pendengar setianya. 

Haha, saya sedang kangen kakak saya. Itu saja. Hope you get the best for your life and family. And get everything you want. And always love us as your sister and brothers. Thank you for everything. Thanks for loving us whatever we are. :')

Sabtu, Januari 12, 2013

Writing a Book (in Underline)


Buku Titik Nol Kampus Perdjoeangan

Beberapa hari yang lalu (7/1) saya kembali pergi ke agen jasa pengiriman JNE kampus yang ada di Gedung SCC Lt 1S. Kali ini tidak membawa berpaket-paket pengiriman berisi buku Djoeang seperti sebelumnya. Tapi hanya satu amplop coklat saja yang berisi satu buku.

Amplop ini akan dikirimkan ke satu alamat kantor ke Gedung Graha Tedja di Jakarta. Salah satu alumni ITS seminggu lalu memesan satu buah buku untuk dirinya. Uang sudah ditransfer, sebesar 150 ribu rupiah. Harga bukunya hanya 100 ribu memang, sisanya untuk ongkos pengiriman. Ada kembaliannya, dan langsung saya sertakan dalam amplop tersebut agar kembali ke pembeli. Belajar anti korupsi reek. Hehe.

Bukan ini yang menjadi ide pokok, hallah, postingan saya kali ini. Tapi hal lain yang lebih mellow dan mendayu-dayu. Hahahah, itu lebai kawan.

Sepanjang jalan menuju JNE, dari Kantor ITS Online, pikiran saya merajalela. Maklum, berjalan sendiri begini punya energi potensial melamun yang sangat tinggi. Saya jadi merenung, sembari memandangi amplop coklat di tangan saya ini. Di dalamnya ada sebuah buku, buku karangan saya dan kawan-kawan saya: Tim Djoeang.

Buku ini, dalam dua hari ke depan, akan sampai pada pembaca, yang entah siapa. Yang saya tahu, buku ini dikirim untuk seseorang bernama Handini. Saya tidak kenal. Ya, hasil karya Great TEAM DJOEANG: saya, oppa Huda, Emak Upik, Kakak Eka, Adik Aldrin, dan Kakak Icha akan dinikmati oleh seseorang nan jauh di sana. 

Ini bukan pesanan pertama lhoo, jangan salah. Dari 500 ekslemplar yang kami cetak Nopember lalu, kini masih tersisa kurang lebih 100 buku yang masih ngangkrak di Kantor ITS Online. Itu berarti 400 buku yang lain telah habis beredar di tangan-tangan pembaca. *saya kini sedang tersenyum :)

Tersenyum, karena inilah waktu yang jauh-jauh hari sangat kami harapkan dan nantikan. Bagaimana tidak, penggarapan buku ini memakan waktu dua tahun dalam kandungan kami. Sejak dua tahun yang lalu, tahun 2010, kami memulai langkah kami dengan mengetok meja rapat, bahwa tema buku yang akan kami garap adalah buku SEJARAH. 

Horor memang. Saya terutama yang nggak doyan sejarah, dipaksa harus menulis bukusejarah. Langkah kami tergolong lambat. Kami harus merunut sejarah dari awal. Mencatat siapa-siapa saksi sejarah ITS yang kiranya masih bisa dimintai keterangan. Bukan sekali, ketika narasumber yang hendak kami hubungi ternyata sudah ada di alam lain. Beberapa juga terjadi, narasumber kami yang meninggal bahkan ketika buku kami belum kelar di cetak. 

Itu bagian paling mengharukan dari penggarapan buku Djoeang ini. Silahkan dibayangkan sendiri, sesepuh apa saksi sejarah yang kami temui (rata-rata). Untung sudah selesai dikorek keterangannya *eeeh.

Yap, buku yang kami beri nama TITIK NOL KAMPUS PERDJOEANGAN ini, memang mengumpulkan rekaman sejarah kampus ITS sejak masa awal pendirian. Merekakan kembali mengapa kampus teknik ITS ini didirikan. Yang uniknya, pencetus pendirian ITS justru seorang dokter umum. Inilah istimewanya ITS. Dia bukan peninggalan kolonial Belanda. Seperti UI, ITB atau UGM. Berdirinya ITS, kampus perjuangan, memang dilandasi dari perjuangan yang panjang. 

Kalau saya bilang, mahasiswa ITS itu WAJIB tahu sejarah kampusnya. Bukan berarti saya memaksa semua mahasiswa untuk membeli buku kami. Haha. Tapi setiap mahasiswa wajib tahu bagaimana semangat pendiri ITS memperjuangkan berdirinya kampus yang kelak akan membesarkan mereka ini. Mereka harus tahu dan belajar tentang menghargai semangat dokter umum mendirikan kampus teknik pertama di Indonesia Timur. Yang kemudian setelah berhasil mendirikan justru dikudeta oleh mahasiswanya sendiri. Cerita yang heroik.

Kembali lagi dalam renungan saya. Siang tadi yang terpikir dalam pikiran saya adalah tentang quote jadul. Sekali berarti kemudian mati. Haha, sadis ya. Bukan begitu, tapi saya sedang mengilhami tentang makna sebuah karya. Seseorang akan dikenang bukan karena dia siapa atau apa. Melainkan dia akan dikenang karena karyanya.

Pun begitu dengan seorang penulis. Yang akan terus dikenang dari penulis adalah hasil tulisannya. Karyanya. Meskipun dia kelak sudah mati, dia akan terus hidup lewat karya-karya yang telah ia lahirkan. Yaa walupun tidak buanyak, saya bangga telah menulis buku djoeang ini. Semoga pesan-pesan yang ingin kami semua –tim djoeang- ingin sampaikan, melalui buku ini bisa tersampaikan.

Juga semangat djoeang para leluhur-leluhur ITS dapat terus tersemat ke darah sivitas akademika ITS. VIVAT !!!!
tim djoeang *minus kakak hoek

Hidup ITS ! Hidup ITS ! Hidup ITS !

^paling tidak satu mimpi saya, menerbitkan buku (walau masih kelompokkan) bisa saya coret. Tapi lalu saya menambahkan satu mimpi saya lagi di bawahnya. Menulis buku, sendiri. :D amiin

Kamis, Januari 10, 2013

Hilangkan Stress Itu Mudah, Salurkan Hobi!

Hari ini kelar UAS mata kuliah yang susahnya dari jaman bebuyutan, Fisika Statistik. Ya, persilangan ilmu Fisika dan ilmu Statistika ini ternyata melahirkan peranakan yang tidak diharapkan. Susah! Pake banget! Usai belajar semalan sampek pagi, ternyata nggak ada barang satu pun yang keluar di lembar soal. Huh melas banget gue. 

Well, jadinya, karena suntuk, siang harinya lepas ujian selesai, saya putuskan untuk hunting foto saja. Berbekal kamera DSLR EOS, tipe disamarkan, milik kantor, saya take beberapa foto di sekitar selasar perpus.

Tak ketinggalan, The Ring Angel, tempat galau saya, juga saya jadikan objek hunting. Ups, tempat ini saya jadikan tempat narsis. Haha. Huuuuuaaaaah.. UAS ini akhirnya berakhir. Semua hasilnya juga berakhir dengan baiiik.. Amiiin.

Tinggal tahajudan wess..

niat pose

niatnya candid 

captured in capturing
Yap, saya tidak sendiri. Tapi saya bersama partner in crime, Ifti (si cilik). Dan dia nggak mau kalah untuk mau di foto narsis. Kalau dia lagi menghilangkan jenuh karena peranakannya persilangan Fisika dan Matematika. Hahaha Fisika Fiska. Single aja udah ampuun..

*eaaaa


ukhti-ukhti Lamongan

Sudah. Sekarang waktunya berdoa. Let The Rest Being Best In God's Way. :)

Sometimes


A lyric of a song in the past. Sometimes by Britney Spears. Hahaha suddenly I just wanna post in my blog. Don't know why.

Selasa, Januari 01, 2013

New Year Eve 2013

Malem tahun baru itu, pasti identik dengan tiup terompet, konvoi, dan pesta kembang api. Sudah empat tahun di Surabaya, nggak membuat saya penasaran dengan 'apa sih yang dilakukan masyarakat kota megapolitan sekelas Surabaya dalam menghabiskan malam tahun baru?'. Sampai malam ini, saya penasaran tingkat dewa.

Motivasi ini tentu saja didukung karena saya memang nggak pernah tahun baruan. Setiap tahun baru pasti mantengin TV yang lomba-lomba nyuguhin tayangan paling wow. Tapi tidak dengan tahun ini. Rasa penasaran akut saya dan dengan suntikan adventure tengah malam yang sedang bergejolak, saya mau tahun baru kali ini, saya bergerilya.

Well, tapi ternyata rencana itu nggak semulus yang dibayangkan. Entah mitos, kutukan atau apa, malam tahun baru pasti hujan. Mungkin ya, ketika bumi ini mulai titik nol revolusinya pada matahari (khususnya Indonesia) selalu mengalami keadaan evaporasi tinggi, sehingga mengabitkan hujan di sore atau malamnya, Hampir di semua kawasan. Nah lho. Butuh riset kali ya.

Tapi, alhamdulillah hujannya nggak hujan bombai sampek tengah malam. pukul 21.00 si ujan udah kehabisan cadangan air untuk ditumpahkan. Dan itu tandanya saatnya saya beraksi. Setelah aksi mutung-mutungan dan tarik tambang dengan partner new year eve saya, akhirnya kami keluar juga pukul setengah sepuluh/

Dan benar saja, yang namanya jalanan ramenya bukan main. Jalanan menjadi track manis buat para anak ALAY untuk unjuk kealay-an. Mulai dari kebut-kebutan, semprong-semprongan knalpot, sumpah suaranya bikin mbenging. Dan knalpotnya itu lho, bikin mabok darat. Nggak tanggung-tanggung, mereka bahkan melakukan aksi semprong-semrongan itu di tengah jalan. Kayak nggak punya dosa aje.

Dengan tampang anak muda mudi, bonek juga nggak absen, mereka udah niat banget macak alay. Baju norak, rambut disemir, lalu mejeng di pinggiran trotoar dengan kaki nangkring di atas motor. Ilfil gue.. Semoga adek saya yang masih alay itu nggak terkontaminasi sama hal-hal beginian. Amiin.

Malam berlanjut sampai tengah malam tepat saat pergantian tahun. Hmm,, ini baru keren. Pesta kembang api. Kalau pesta kembang api ini, bukan gaweannya anak alay pastil. Berdasakan pengamatan berkeliling (walau g jauh, cuman Kertajaya dan sekitran Gubeng), yang nyumet kembang api itu bukan anak-anak alay. Tapi orang-orang borjuis, yang 'niat' tahun baruan.  Pasti anak-anak alay itu nggak punya duit buat bakar kembang api. Hahahaha tertawa iblis.



Kalau nggak pemerintah daerah ya pasti pusat-pusat keramaian yang bikin acara pesta firework. Kayak mall, cafe, dan restoran. Yup, walaupun nggak lihat sampek tanek kembang apinya, atau (aku berharap ada dibawah pesta kembang apinya kayak waktu di MTD, hehe) nyumet kembang api langsung, lumayanlah. Menghibur diri sebelum habis ini perang UAS.

Di perjalanan pulang, cobaan makin berat, terutama buat partner saya. Dia udah kudu misuh-misuh gara-gara nggak betah ngeliatin ulah anak alay yang main blokade jalanan dengan aksi motoran alay-nya. Kami berencana mau ke Grahadi, tapi batal karena Gubeng macet total. Yaaaa akhirnya kami memutuskan balik dan cari makan. Namanya arekk ITS, ujung-ujungnya makan di Keputih, menu penyetan ala Mas Cakep. Hahaha Mahasiswa!

Happy New Year 2013. Semoga 13 yang penuh keberuntungan dan kebaikan.

-attaching: karaoke eve:*

Jumat, Desember 28, 2012

5cm. Gairah Semeru Yang 'Terluap'

5cm. Yup, sekarang film ini lagi booming dan meledak-ledak. Gara-gara lagi demam film 5cm, Semeru mendadak padat kayak lagi kedatangan rombongan bedol desa. Bahkan per 23 Desember kemarin, jumlah pendaki Semeru mencapai rekor barunya. 1152 manusia. Nggak ngebayangin itu gunung pasti ruame banget kayak pasar. Alay.

Hmm.. dan saya sebenarnya nggak pengen nulis soal 5cm, tapi begitu menlihat angka itu, saya jadi tergelitik. Saya sangat mengapresisasi si penulis Dony Dhirgantoro dan di Rizal Mantovani yang udah menyajikan satu karya yang KEREN banget. Hingga mampu memberi impact besar di kalangan muda yang menonton. Yang dulu nggak tertarik sama gunung, jadi cinta gunung. Yang nggak suka sama wisata soro-soro-an, jadi tertantang untuk muncak ke Mahameru. Itu yang perlu diapresiasi. Juga satu lagi, soal arti persahabatan dan nasionalisme. Film yang lengkap! Nangisnya pun juga ada.

Terutama untuk Dony. Dia bener-bener SUPER. Dua jempol saya untuk dia.

Saya sudah baca novel 5cm sejak masih SMA, sekitar tahun 2008. Tiga tahun lebih lama dari pertama kali terbitnya. Dan asli, saat pertama kali baca, saya benar-benar seperti berada di Semeru. Dony bisa membawa pembaca masuk ke dalam cerita demi cerita yang ia uraikan tiap kata. Satu hal yang saya kagumi dari dia. Dalam satu novel itu, kentara sekali kalau dia itu banyak tahu, wawasan luas, dan dia itu kayak sastrawan.

Yang udah nonton filmnya dan terpesona sama skenario alias quote-quote pemainnya, itu belum apa-apa. Di novelnya, kata-katanya jauh lebih keren. Puisi-puisi, juga dialog ala pujangga di Juple. Saya bahkan sering mengulang kalimat-kalimat di novel itu, dulu, karena setiap kalimat yang dia untai, maknanya selalu dalam. Kalau baca sekali nggak bisa ngena.. *itu sih odong namanya

Haha, well, terserah lah. Yang jelas, menikmati karya anak bangsa satu ini benar-benar seperti makan 4sehat 5sempurna. Sehat karena nonton. Sempurna karena baca novelny. Diwejangi soal menjalani hubungan antar sahabat, meraih mimpi, memegang tekad dan berusaha, dan juga tentang cinta tanah air. "Negeri ini begitu indah.. Tuhan, bantu aku menjaganya.'' itu kutipan Juple saat di kereta. Sederhana, namun maknanya dalam.

Kalau biasanya film yang diangkat dari sebuah novel bestseller itu mengecewakan, saya rasa saya tidak. Saya Puas. Cuman di Ian kurang gemuk, dan si Genta kurang kekar, juga di Zafran yang kurang kurus, Junot  itu terlalu keren. Kalau Riyani terlalu feminin, kurang tomboi. Sedangkan si Dinda, terlalu imut. Haha




Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak berbuat dari biasanya, mata yang akan menatap lebih banyak dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja. Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya. Serta mulut yang akan selalu berdoa.

*141212^afterstarwar^

Minggu, Oktober 28, 2012

Konvoi Itu Mengganggu!

Gitu ya, yang namanya mengayomi, melindungi, yang katanya jadi brandingnya polisi Indonesia. Gimana enggak, hari ini aku dibikin kesel sama penegak hukum satu itu. Jadi cerintanya, siang setengah sore, aku balik ke Surabaya dari Mojokerto dengan motor mungil yang sekarang jadi punyaku, mio. hehe. Jalanan lumayan rame meski nggak macet. Udah prediksi sih bakalan macet, kan habis libur lebaran qurban, dan hari Minggu, pasti bakal rame. Tapi almhamdulillah macetnya nggak berarti, merayap yang iya.

Nah, lagi asyiknya motoran, dari belakang tiba-tiba ada klakson plus sirine polisi. Yang intinya nyuruh -minggir- Hellowwww... tau budaya antri nggak sih! Tahu diri dong!! kataku dalam hati. Semua orang kan juga pengen nyampek tujuan cepat dan selamat. Podho ae toh...

Lewat spion kananku, aku tahu kalao polisi dengan mogenya lengkap dengan lampu soklenya running mendekat. Mau nggak mau aku minggir. Lebih tepatnya karena nggak tahan sama klaksonan nggak pentingnya itu. I let they passed me away.

Dan tau apa yang ada di belakang polisi sok nggaya itu? Yang awalnya posthink -positive thinking- nya adalah ambulans agau iring-iringan mobil rumah sakit,, taunya adalah iring-iringan KONVOI MOGE -MOBIL GEDHE-



Satu per satu moge yang ditunggangi orang-orang mlete, gendhut, berbaju hitam, beberapa mbonceng wanita       berambut panjang hitam dengan baju hitam juga. Gayanya itu lhoo bikin eneg!

Yang bikin sebel itu, si polisi itu membelah jalanan tepat di tengah. Dengan klakson buanter nyuruh pengguna jalan yang searah dengannya untuk minggir, sedang yang berlawanan arah dengan lampu merah kedap-kedipnya disuruh minggir 2 meter ke samping kiri, lalu rombongan lewat dengan bebas dan santai. Mana polisinya pake berdiri di atas persenelingnya buat sekedar nyemprit. Niat banget,,dibayar berapa....

Well, sebenernya nggak apa sih, biasa aja. Cuman, plis ya pak polisi dan rombongan konvoi, mbok ya milih-milih hari kalau mau pertunjukan. Hari ini tuh hari padat lalu lintas. Nggak manusiawi sekali kalo sampek nyuruh minggir pengguna jalan lain dari dua arah hanya untuk sekedar mengijinkan kalian lewat menunjukkan kebolehan, kemampuan, dan kesombongan!

Bikin makin padat, makin macet!