Kamis, Januari 10, 2013
Selasa, Januari 01, 2013
New Year Eve 2013
Malem tahun baru itu, pasti identik dengan tiup terompet, konvoi, dan pesta kembang api. Sudah empat tahun di Surabaya, nggak membuat saya penasaran dengan 'apa sih yang dilakukan masyarakat kota megapolitan sekelas Surabaya dalam menghabiskan malam tahun baru?'. Sampai malam ini, saya penasaran tingkat dewa.
Motivasi ini tentu saja didukung karena saya memang nggak pernah tahun baruan. Setiap tahun baru pasti mantengin TV yang lomba-lomba nyuguhin tayangan paling wow. Tapi tidak dengan tahun ini. Rasa penasaran akut saya dan dengan suntikan adventure tengah malam yang sedang bergejolak, saya mau tahun baru kali ini, saya bergerilya.
Well, tapi ternyata rencana itu nggak semulus yang dibayangkan. Entah mitos, kutukan atau apa, malam tahun baru pasti hujan. Mungkin ya, ketika bumi ini mulai titik nol revolusinya pada matahari (khususnya Indonesia) selalu mengalami keadaan evaporasi tinggi, sehingga mengabitkan hujan di sore atau malamnya, Hampir di semua kawasan. Nah lho. Butuh riset kali ya.
Tapi, alhamdulillah hujannya nggak hujan bombai sampek tengah malam. pukul 21.00 si ujan udah kehabisan cadangan air untuk ditumpahkan. Dan itu tandanya saatnya saya beraksi. Setelah aksi mutung-mutungan dan tarik tambang dengan partner new year eve saya, akhirnya kami keluar juga pukul setengah sepuluh/
Dan benar saja, yang namanya jalanan ramenya bukan main. Jalanan menjadi track manis buat para anak ALAY untuk unjuk kealay-an. Mulai dari kebut-kebutan, semprong-semprongan knalpot, sumpah suaranya bikin mbenging. Dan knalpotnya itu lho, bikin mabok darat. Nggak tanggung-tanggung, mereka bahkan melakukan aksi semprong-semrongan itu di tengah jalan. Kayak nggak punya dosa aje.
Dengan tampang anak muda mudi, bonek juga nggak absen, mereka udah niat banget macak alay. Baju norak, rambut disemir, lalu mejeng di pinggiran trotoar dengan kaki nangkring di atas motor. Ilfil gue.. Semoga adek saya yang masih alay itu nggak terkontaminasi sama hal-hal beginian. Amiin.
Malam berlanjut sampai tengah malam tepat saat pergantian tahun. Hmm,, ini baru keren. Pesta kembang api. Kalau pesta kembang api ini, bukan gaweannya anak alay pastil. Berdasakan pengamatan berkeliling (walau g jauh, cuman Kertajaya dan sekitran Gubeng), yang nyumet kembang api itu bukan anak-anak alay. Tapi orang-orang borjuis, yang 'niat' tahun baruan. Pasti anak-anak alay itu nggak punya duit buat bakar kembang api. Hahahaha tertawa iblis.
Kalau nggak pemerintah daerah ya pasti pusat-pusat keramaian yang bikin acara pesta firework. Kayak mall, cafe, dan restoran. Yup, walaupun nggak lihat sampek tanek kembang apinya, atau (aku berharap ada dibawah pesta kembang apinya kayak waktu di MTD, hehe) nyumet kembang api langsung, lumayanlah. Menghibur diri sebelum habis ini perang UAS.
Di perjalanan pulang, cobaan makin berat, terutama buat partner saya. Dia udah kudu misuh-misuh gara-gara nggak betah ngeliatin ulah anak alay yang main blokade jalanan dengan aksi motoran alay-nya. Kami berencana mau ke Grahadi, tapi batal karena Gubeng macet total. Yaaaa akhirnya kami memutuskan balik dan cari makan. Namanya arekk ITS, ujung-ujungnya makan di Keputih, menu penyetan ala Mas Cakep. Hahaha Mahasiswa!
Happy New Year 2013. Semoga 13 yang penuh keberuntungan dan kebaikan.
-attaching: karaoke eve:*
Motivasi ini tentu saja didukung karena saya memang nggak pernah tahun baruan. Setiap tahun baru pasti mantengin TV yang lomba-lomba nyuguhin tayangan paling wow. Tapi tidak dengan tahun ini. Rasa penasaran akut saya dan dengan suntikan adventure tengah malam yang sedang bergejolak, saya mau tahun baru kali ini, saya bergerilya.
Well, tapi ternyata rencana itu nggak semulus yang dibayangkan. Entah mitos, kutukan atau apa, malam tahun baru pasti hujan. Mungkin ya, ketika bumi ini mulai titik nol revolusinya pada matahari (khususnya Indonesia) selalu mengalami keadaan evaporasi tinggi, sehingga mengabitkan hujan di sore atau malamnya, Hampir di semua kawasan. Nah lho. Butuh riset kali ya.
Tapi, alhamdulillah hujannya nggak hujan bombai sampek tengah malam. pukul 21.00 si ujan udah kehabisan cadangan air untuk ditumpahkan. Dan itu tandanya saatnya saya beraksi. Setelah aksi mutung-mutungan dan tarik tambang dengan partner new year eve saya, akhirnya kami keluar juga pukul setengah sepuluh/
Dan benar saja, yang namanya jalanan ramenya bukan main. Jalanan menjadi track manis buat para anak ALAY untuk unjuk kealay-an. Mulai dari kebut-kebutan, semprong-semprongan knalpot, sumpah suaranya bikin mbenging. Dan knalpotnya itu lho, bikin mabok darat. Nggak tanggung-tanggung, mereka bahkan melakukan aksi semprong-semrongan itu di tengah jalan. Kayak nggak punya dosa aje.
Dengan tampang anak muda mudi, bonek juga nggak absen, mereka udah niat banget macak alay. Baju norak, rambut disemir, lalu mejeng di pinggiran trotoar dengan kaki nangkring di atas motor. Ilfil gue.. Semoga adek saya yang masih alay itu nggak terkontaminasi sama hal-hal beginian. Amiin.
Malam berlanjut sampai tengah malam tepat saat pergantian tahun. Hmm,, ini baru keren. Pesta kembang api. Kalau pesta kembang api ini, bukan gaweannya anak alay pastil. Berdasakan pengamatan berkeliling (walau g jauh, cuman Kertajaya dan sekitran Gubeng), yang nyumet kembang api itu bukan anak-anak alay. Tapi orang-orang borjuis, yang 'niat' tahun baruan. Pasti anak-anak alay itu nggak punya duit buat bakar kembang api. Hahahaha tertawa iblis.
Kalau nggak pemerintah daerah ya pasti pusat-pusat keramaian yang bikin acara pesta firework. Kayak mall, cafe, dan restoran. Yup, walaupun nggak lihat sampek tanek kembang apinya, atau (aku berharap ada dibawah pesta kembang apinya kayak waktu di MTD, hehe) nyumet kembang api langsung, lumayanlah. Menghibur diri sebelum habis ini perang UAS.
Di perjalanan pulang, cobaan makin berat, terutama buat partner saya. Dia udah kudu misuh-misuh gara-gara nggak betah ngeliatin ulah anak alay yang main blokade jalanan dengan aksi motoran alay-nya. Kami berencana mau ke Grahadi, tapi batal karena Gubeng macet total. Yaaaa akhirnya kami memutuskan balik dan cari makan. Namanya arekk ITS, ujung-ujungnya makan di Keputih, menu penyetan ala Mas Cakep. Hahaha Mahasiswa!
Happy New Year 2013. Semoga 13 yang penuh keberuntungan dan kebaikan.
-attaching: karaoke eve:*
Jumat, Desember 28, 2012
5cm. Gairah Semeru Yang 'Terluap'
5cm. Yup, sekarang film ini lagi booming dan meledak-ledak. Gara-gara lagi demam film 5cm, Semeru mendadak padat kayak lagi kedatangan rombongan bedol desa. Bahkan per 23 Desember kemarin, jumlah pendaki Semeru mencapai rekor barunya. 1152 manusia. Nggak ngebayangin itu gunung pasti ruame banget kayak pasar. Alay.
Hmm.. dan saya sebenarnya nggak pengen nulis soal 5cm, tapi begitu menlihat angka itu, saya jadi tergelitik. Saya sangat mengapresisasi si penulis Dony Dhirgantoro dan di Rizal Mantovani yang udah menyajikan satu karya yang KEREN banget. Hingga mampu memberi impact besar di kalangan muda yang menonton. Yang dulu nggak tertarik sama gunung, jadi cinta gunung. Yang nggak suka sama wisata soro-soro-an, jadi tertantang untuk muncak ke Mahameru. Itu yang perlu diapresiasi. Juga satu lagi, soal arti persahabatan dan nasionalisme. Film yang lengkap! Nangisnya pun juga ada.
Terutama untuk Dony. Dia bener-bener SUPER. Dua jempol saya untuk dia.
Saya sudah baca novel 5cm sejak masih SMA, sekitar tahun 2008. Tiga tahun lebih lama dari pertama kali terbitnya. Dan asli, saat pertama kali baca, saya benar-benar seperti berada di Semeru. Dony bisa membawa pembaca masuk ke dalam cerita demi cerita yang ia uraikan tiap kata. Satu hal yang saya kagumi dari dia. Dalam satu novel itu, kentara sekali kalau dia itu banyak tahu, wawasan luas, dan dia itu kayak sastrawan.
Yang udah nonton filmnya dan terpesona sama skenario alias quote-quote pemainnya, itu belum apa-apa. Di novelnya, kata-katanya jauh lebih keren. Puisi-puisi, juga dialog ala pujangga di Juple. Saya bahkan sering mengulang kalimat-kalimat di novel itu, dulu, karena setiap kalimat yang dia untai, maknanya selalu dalam. Kalau baca sekali nggak bisa ngena.. *itu sih odong namanya
Haha, well, terserah lah. Yang jelas, menikmati karya anak bangsa satu ini benar-benar seperti makan 4sehat 5sempurna. Sehat karena nonton. Sempurna karena baca novelny. Diwejangi soal menjalani hubungan antar sahabat, meraih mimpi, memegang tekad dan berusaha, dan juga tentang cinta tanah air. "Negeri ini begitu indah.. Tuhan, bantu aku menjaganya.'' itu kutipan Juple saat di kereta. Sederhana, namun maknanya dalam.
Kalau biasanya film yang diangkat dari sebuah novel bestseller itu mengecewakan, saya rasa saya tidak. Saya Puas. Cuman di Ian kurang gemuk, dan si Genta kurang kekar, juga di Zafran yang kurang kurus, Junot itu terlalu keren. Kalau Riyani terlalu feminin, kurang tomboi. Sedangkan si Dinda, terlalu imut. Haha
Hmm.. dan saya sebenarnya nggak pengen nulis soal 5cm, tapi begitu menlihat angka itu, saya jadi tergelitik. Saya sangat mengapresisasi si penulis Dony Dhirgantoro dan di Rizal Mantovani yang udah menyajikan satu karya yang KEREN banget. Hingga mampu memberi impact besar di kalangan muda yang menonton. Yang dulu nggak tertarik sama gunung, jadi cinta gunung. Yang nggak suka sama wisata soro-soro-an, jadi tertantang untuk muncak ke Mahameru. Itu yang perlu diapresiasi. Juga satu lagi, soal arti persahabatan dan nasionalisme. Film yang lengkap! Nangisnya pun juga ada.
Terutama untuk Dony. Dia bener-bener SUPER. Dua jempol saya untuk dia.
Saya sudah baca novel 5cm sejak masih SMA, sekitar tahun 2008. Tiga tahun lebih lama dari pertama kali terbitnya. Dan asli, saat pertama kali baca, saya benar-benar seperti berada di Semeru. Dony bisa membawa pembaca masuk ke dalam cerita demi cerita yang ia uraikan tiap kata. Satu hal yang saya kagumi dari dia. Dalam satu novel itu, kentara sekali kalau dia itu banyak tahu, wawasan luas, dan dia itu kayak sastrawan.
Yang udah nonton filmnya dan terpesona sama skenario alias quote-quote pemainnya, itu belum apa-apa. Di novelnya, kata-katanya jauh lebih keren. Puisi-puisi, juga dialog ala pujangga di Juple. Saya bahkan sering mengulang kalimat-kalimat di novel itu, dulu, karena setiap kalimat yang dia untai, maknanya selalu dalam. Kalau baca sekali nggak bisa ngena.. *itu sih odong namanya
Haha, well, terserah lah. Yang jelas, menikmati karya anak bangsa satu ini benar-benar seperti makan 4sehat 5sempurna. Sehat karena nonton. Sempurna karena baca novelny. Diwejangi soal menjalani hubungan antar sahabat, meraih mimpi, memegang tekad dan berusaha, dan juga tentang cinta tanah air. "Negeri ini begitu indah.. Tuhan, bantu aku menjaganya.'' itu kutipan Juple saat di kereta. Sederhana, namun maknanya dalam.
Kalau biasanya film yang diangkat dari sebuah novel bestseller itu mengecewakan, saya rasa saya tidak. Saya Puas. Cuman di Ian kurang gemuk, dan si Genta kurang kekar, juga di Zafran yang kurang kurus, Junot itu terlalu keren. Kalau Riyani terlalu feminin, kurang tomboi. Sedangkan si Dinda, terlalu imut. Haha
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak berbuat dari biasanya, mata yang akan menatap lebih banyak dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja. Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya. Serta mulut yang akan selalu berdoa.
*141212^afterstarwar^
Minggu, Oktober 28, 2012
Konvoi Itu Mengganggu!
Gitu ya, yang namanya mengayomi, melindungi, yang katanya jadi brandingnya polisi Indonesia. Gimana enggak, hari ini aku dibikin kesel sama penegak hukum satu itu. Jadi cerintanya, siang setengah sore, aku balik ke Surabaya dari Mojokerto dengan motor mungil yang sekarang jadi punyaku, mio. hehe. Jalanan lumayan rame meski nggak macet. Udah prediksi sih bakalan macet, kan habis libur lebaran qurban, dan hari Minggu, pasti bakal rame. Tapi almhamdulillah macetnya nggak berarti, merayap yang iya.
Nah, lagi asyiknya motoran, dari belakang tiba-tiba ada klakson plus sirine polisi. Yang intinya nyuruh -minggir- Hellowwww... tau budaya antri nggak sih! Tahu diri dong!! kataku dalam hati. Semua orang kan juga pengen nyampek tujuan cepat dan selamat. Podho ae toh...
Lewat spion kananku, aku tahu kalao polisi dengan mogenya lengkap dengan lampu soklenya running mendekat. Mau nggak mau aku minggir. Lebih tepatnya karena nggak tahan sama klaksonan nggak pentingnya itu. I let they passed me away.
Dan tau apa yang ada di belakang polisi sok nggaya itu? Yang awalnya posthink -positive thinking- nya adalah ambulans agau iring-iringan mobil rumah sakit,, taunya adalah iring-iringan KONVOI MOGE -MOBIL GEDHE-
Satu per satu moge yang ditunggangi orang-orang mlete, gendhut, berbaju hitam, beberapa mbonceng wanita berambut panjang hitam dengan baju hitam juga. Gayanya itu lhoo bikin eneg!
Yang bikin sebel itu, si polisi itu membelah jalanan tepat di tengah. Dengan klakson buanter nyuruh pengguna jalan yang searah dengannya untuk minggir, sedang yang berlawanan arah dengan lampu merah kedap-kedipnya disuruh minggir 2 meter ke samping kiri, lalu rombongan lewat dengan bebas dan santai. Mana polisinya pake berdiri di atas persenelingnya buat sekedar nyemprit. Niat banget,,dibayar berapa....
Well, sebenernya nggak apa sih, biasa aja. Cuman, plis ya pak polisi dan rombongan konvoi, mbok ya milih-milih hari kalau mau pertunjukan. Hari ini tuh hari padat lalu lintas. Nggak manusiawi sekali kalo sampek nyuruh minggir pengguna jalan lain dari dua arah hanya untuk sekedar mengijinkan kalian lewat menunjukkan kebolehan, kemampuan, dan kesombongan!
Bikin makin padat, makin macet!
Jumat, September 28, 2012
Tunggu Lebaran
Emang ya, hidup itu kalo datar-datar aja nggak ada permasalahan itu rasanya hampa banget. Kan kata orang jaman dulu, cobaan itu adalah bukti kalau Allah sayang ke kita. Tergantung ke manusianya menyikapi bagaimana persoalan yang dihadapi. Kalau menjadikannya semakin dekat dengan Sang Pencipta, maka orang tersebut bisa dikatakan lolos ujian dan naik tingkat. Beda lagi kalau orang yang dikasih ujian itu malah galau dan jauh dari Tuhan, berarti dia gagal dan hanya dapat kesulitan dan sengsaranya cobaan. Hmmm.. kan setiap kesulitan pasti ada kemudian.
"Seperti puasa lalu ketemu lebaran,"
Yakin,,,,, yakin,, yakin,,, :)
Jumat, September 21, 2012
Golden Birthday 21
![]() |
| Lemon Tart Cake |
![]() |
| Lahap |
![]() |
| colek-colek berhadiah |
![]() |
| such (late) make a wish |
![]() |
| nyam nyam story |
![]() |
| belepotan in action |
![]() |
| the first cake |
ingat umur ingat umur,..:D
nggak kerasa tau-tau udah kepala 2+1= 21
udah kaya nggak tau sopan santun sama Yang Punya Umur, nambah umur masih aja nggak nyadar dosa ..
(prolog yang 'agak' sok-sok an) hehehe
Yap,, nggak terasa banget nih udah punya umur 21. Kalo bahasa kerennya, ultah ini ada spesial tersendiri. Karena di ultah 21 ini, aku Golden Birthday lhooo. Ulang tahun yang angkanya sama kaya tanggal lahirnya,, hehe alay y..
Sebenernya lumayan nggak nyangka bakal dapet surprise (lagi). Kan tahun lalu udah, ehhh masih ada juga tahun ini. Alhamdulillahnya kali ini nggak pake acara 'siraman'. Tepung, telur dan air itu absen syukurnya,, :D
Tapi justru ceritanya lucu. Si kosan Emak plus si jarjit merencanakan sesuatu yang tak terduga. Mereka mencoba menyusun rencana yang entah kenapa aku juga nggak berhasil mengendus ulah mereka. Bahkan si kuro dan si 'cilik' yang ku kira pergi entah kemana nyatanya malah ambil si Lemon Tart. Ckckckck,,, lagi sensi sih, maklum :p
hahaha, and the acting sory began. Si 'cilik' ifti nge-sms lebay alasan pengen curhat dan lagi ngendon di depan kosan. Aku di suruh turun.
c: "Mudhun o aku pengen cerito, aku gak iso turu iki lek durung cerito.."
i : "Nggak wani mudhun,, critao tak dengerin,,"
m : (singkatan dari Marcel, tapi itu si Nyak) "Hen Im Mam, ifti lapo nangis nak ngarep kosan?"
i :what?? temenan iki?? giila! (si jarjit juga nggak kooperatif sih*huh)
aku mulai mengintip dari atas balkon kosan. Benar saja, si Ifti cilik sedang duduk termenung di depan pagar kosan, dan bersimbah air mata. Ngekngok! Sebagai teman yang baik, aku turun tangga untuk menengoknya barang sebentar.. hehehe
Selama beberapa menit kami justru terlibat dialog curcol. Yah maklumlah galau ketemu galau... hehehe
but,, a nother actor running their act.. Sebuah kue tart kuning yang dibawa secara anggun oleh Kuro n Mami menuruni tangga sambil bernyanyi "Happy birthday to you...." Surprise Birthday Night.. :D:D
Nggak nyangka, asli. Thanks guys,,,,masih ingat aja sama temanmu yang satu ini. Rela nahan ngantuk sampai 00.30 hehehe :)
Big thanks.. Big hug.. :))
Senin, September 17, 2012
Great KP (Kerja Paksa)
| Solar cell |
Singkat cerita saya tak sengaja KP di sebuah pabrik Pembangkit Listri Tenaga Hibrid (PLTH) milik Kementerian Ristek Indonesia di Pandansimo, Srandakan, Jogjakarta. Di sana, saya melakukan studi penelitian tentang solar cell photovoltaic (bakal TA ntar, Amin). Durasi KP nya yang terbilang sebentar menggiurkanku untuk berangkat saja. Maklum, karena di Fisika KP nggak wajib, saya tidak terlalu planning untuk KP. hehehe. Pas ada tawaran ajakan, ya OKE lah, toh cuman dua minggu. Tempatnya di pinggir pantai. Hehe sekalian liburan.
Well KP nya ternyata menguras tenaga dan pikiran, hehe. Data yang diambil harus range 24 jam. so, kami yang bertujuh dibagi jadi dua shift. Pagi dan siang. Pagi dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Begitu juga dengan yang shift malam. Dari jam 6 sore sampai 6 pagi. Dan data diambil setiap 15 menit sekali. Mulai dari tegangan, arus AC, arus DC, tegangan baterai, dan juga kecepatan angin untuk memutar kincir. Puasa-puasa euy,,
But, over all, saya dan enam orang temanku yang lain menikmati masa dua minggu di Pandansimo. Bergumul dengan orang pribumi Jogja yang superduper baik. Suka menolong tanpa pandang bulu. Dan menolong sampai tuntas, nggak setengah-setengah.
Great thanks for you Mr Tarto, Mr Chris, Mr Mur, Mr Tio, dlll :)
But, over all, saya dan enam orang temanku yang lain menikmati masa dua minggu di Pandansimo. Bergumul dengan orang pribumi Jogja yang superduper baik. Suka menolong tanpa pandang bulu. Dan menolong sampai tuntas, nggak setengah-setengah.
Great thanks for you Mr Tarto, Mr Chris, Mr Mur, Mr Tio, dlll :)
Great KP (Kerja Pariwisata)
because KP is not only about working
![]() |
| go to jogja by economy class |
![]() |
| like finding Nemo. We found Huge NEMO.. (A species of shark, named Naga Lintang). He was so dying separated from his bevy,, |
![]() |
| ifti n nung, my apprentice work partner euforia touching the shark |
![]() |
| Beautiful Beach Scenery |
![]() |
| take a pic with huge shark |
![]() |
| Onik my apprentice work partner |
![]() |
| euforia reaching the Mercusuar after walking sooo far along the beach. nearly 3 km |
![]() |
| :) |
![]() |
| me. after walking, suffer! I'm fasting while u were not guys.. |
![]() |
| going back to the 'dormitory' we didn't want to walk anymore. we stop a fish car. And we got there,, among the fish.. |
Kamis, September 13, 2012
Selasa, September 11, 2012
Cloudy
Seperti apa ya rasanya jika aku sampai di masa depan yang di masa lalu pernah aku impikan? heheh ini tulisan galau efect melihat tulisan2 galau dari awal mulai nge-blog. Mungkin aku hampir sampai pada masa itu. Hmmm sudah tua ini ceritanya. Masih banyak mimpi yang belum diraih, masih beberapa angan yang belum tersapa. Ayo,, hari masih panjang
~get back soon~
Langganan:
Postingan (Atom)































